Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IDAI: Resep Obat Zat Besi Anak Perlu Dikonsultasikan pada Dokter

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:10 WIB | Oleh:
IDAI: Resep Obat Zat Besi Anak Perlu Dikonsultasikan pada Dokter Doc: ANTARA/Yusuf Nugroho
Ket. Pelajar menunjukkan vitamin saat mengikuti Gerakan Cegah Stunting Dengan Aksi Bergizi di MA NU Banat, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (8/5/2025).

Jakarta -- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa resep obat yang mengandung zat besi bagi anak perlu dikonsultasikan kepada dokter karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda.

"Jadi zat besi itu sebaiknya dengan resep dari dokter, supaya dosis (obat)-nya pas dan sesuai kebutuhan," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Hematologi Onkologi IDAI Prof. Dr. dr. Harapan Parlindungan Ringoringo, Sp.A, Subsp.H.Onk (K) dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan bahwa kebutuhan besi dari seorang bayi, anak, remaja, dan dewasa berbeda-beda jadi tidak bisa dipukul rata.

Parlin mengatakan bentuk dan tata cara meminum obat yang diresepkan pada tiap usia juga tidak sama. Obat bagi bayi atau anak di bawah 5 tahun misalnya, rata-rata akan diberikan dokter dalam bentuk sirup.

Hal ini dikarenakan tablet tambah darah (TTD) tidak dapat digerus karena dapat merusak obat dan menyebabkan oksidasi.

"Jadi sekali lagi, diingatkan bahwa tablet tambah darah tidak bisa digerus. Sehingga untuk bayi harus diberikan pakai drops ataupun sirup," ujar Parlin.

Sementara untuk usia remaja, dokter sudah dapat memberikan obat berupa tablet karena dianggap sudah lebih mandiri. Pemberian TTD diberikan sebanyak 1 tablet per minggu dalam setahun.

Pemerintah Indonesia, katanya, saat ini juga sudah mulai menggalakkan pemberian TTD sebagai salah satu upaya mencegah lebih banyak anak perempuan terkena anemia yang berpengaruh pada kualitas generasi berikutnya di masa depan.

Pemberian tablet tambah darah menyasar anak remaja putri yang duduk di bangku SMP dan SMA.

"Pemerintah sudah berikan ke setiap sekolah remaja putri SMP atau SMA 52 butir. Jadi, 1 tablet setiap minggu selama 1 tahun, dikasih secara gratis," ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Parlin menyampaikan IDAI tidak hanya terus memberikan edukasi masif kepada masyarakat terkait bahaya kekurangan zat besi, tetapi juga menyangkut beberapa hal krusial lainnya seperti pentingnya memberikan ASI selama mungkin pada bayi sejak dilahirkan.

Keluarga juga didorong memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang diperkaya dengan bahan pangan yang mengandung zat besi (Fe) seperti hati ayam dan ikan.

Supaya anak mendapatkan zat besi yang cukup, IDAI turut menyarankan untuk menghindari peningkatan berat badan yang berlebihan.

Bagi tenaga medis, dapat melakukan tunda penjepitan tali pusat 1-3 menit dan melaksanakan peningkatan layanan antenatal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.