Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Distorsi Ekonomi RI: Persaingan Usaha Mati, Kepercayaan Publik Tergerus

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Distorsi Ekonomi RI: Persaingan Usaha Mati, Kepercayaan Publik Tergerus Doc: istimewa
Ket. Beban pembayaran utang menggerus ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga alokasi untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat menjadi sangat terbatas dan harus tersebar ke banyak sektor.

JAKARTA – Masalah struktural utama yang dihadapi Indonesia bukan sekadar perlambatan ekonomi, melainkan melebarnya ketimpangan distribusi kesejahteraan. Tak hanya itu, kebijakan fiskal yang kurang berpihak berpotensi menghambat akselerasi pertumbuhan inklusif.

Konsentrasi kekayaan di tangan segelintir oligarki kian menguat karena ditopang oleh akses istimewa terhadap sumber daya ekonomi dan proteksi dari sebagian aparat penegak hukum. Hal itu menimbulkan distorsi serius dalam persaingan usaha dan mengikis kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Di sisi fiskal, beban pembayaran utang menggerus ruang fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sehingga alokasi untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat menjadi sangat terbatas dan harus tersebar ke banyak sektor.

Direktur Mubyarto Institute Awan Santosa mengatakan oligarki menyuburkan korupsi yang juga melibatkan aparat penegak hukum. Akibatnya, keadilan sosial menjadi sulit terwujud, ketimpangan sosial semakin lebar, dan rakyat banyak yang tetap miskin.

Ini menurutnya melenceng jauh dari cita cita founding fathers atau pendiri bangsa agar rakyat harus menikmati sebesar besarnya kekayaan negara. "Pemerintah harus konsisten menjalankan amanat konstitusi untuk menjalankan agenda demokratisasi ekonomi," tegasnya, Senin (1/9).

Kue ekonomi yang semakin besar ke oligarki ini, menurutnya, merupakan biang melebarnya ketimpangan ekonomi. "Situasi saat ini merupakan akumulasi kapital melalui ekspansi serta eksploitasi buruh dan lingkungan menghasilkan konsentrasi kekayaan tersebut," ungkap Awan.

Kerusuhan yang terjadi belakangan ini, papar Awan, merupakan akumulasi dari banyak masalah termasuk ketimpangan ekonomi ini. Pemerintah, menurutnya, harus kembali ke cita-cita awal demi menjaga harapan masa depan bangsa.

Kemiskinan Meningkat

Selain meningkatnya penduduk di sekitar garis kemiskinan, masalah ketimpangan juga tergambar dari terus menurunnya saldo tabungan masyarakat di perbankan. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mencatat sekitar 99 persen saldo tabungan masyarakat di perbankan dengan nilai di bawah 100 juta hanya sebesar 1,1 juta rupiah.

"Sebaliknya tabungan di atas 2 miliar yang proporsinya hanya nol koma sekian persen dari pemilik total tabungan, rata-rata saldonya meningkat. Jadi, ada pelebaran ketimpangan, sementara pada saat sama ada kecenderungan masyarakat meminjam untuk keperluan konsumtif meningkat," ungkapnya dalam diskusi di Jakarta, Senin (1/9).

Seperti diketahui, kondisi Indonesia tengah disorot hingga mancanegara akhir-akhir ini. Sejumlah kekacauan terjadi karena dipicu oleh kebijakan seperti efisiensi anggaran, PHK massal, hingga isu kenaikan tunjangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Pada kesempatan lain, Pakar Hukum dan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (UGM), Herlambang Perdana Wiratraman mengatakan brutalitas aparat terus-menerus terjadi di Indonesia. Ini sering kali tidak pernah diminta pertanggungjawaban secara terbuka.

Herlambang menilai keadaan Indonesia saat ini bukan sekadar polisi yang sering kali arogan dan sering kali bertindak di bawah standar profesional. Namun juga penguasa, khususnya istana dan senayan, yang selama ini juga membiarkan praktik kekuasaan ini.

Manajer Riset Seknaf Fitra, Badiul Hadi mengatakan, jika melihat data RAPBN 2026, beban pembayaran utang sekitar 19 persen APBN. Mekanisme yang digunakan untuk pembayaran utang adalah refinancing atau debt rollover, yang lazim dipakai hampir semua negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.