Bekasi Punya Terobosan! Jalan Diperbaiki dengan Aspal Campur Sampah Plastik

Selasa, 02 Sep 2025, 19:34 WIB

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menguji coba perbaikan jalan dengan aspal campuran limbah plastik. Inovasi ini diklaim lebih kuat, hemat biaya, sekaligus membantu mengurangi volume sampah di daerah tersebut.

Uji coba dilakukan di Ruas Gabus, Kecamatan Tambun Utara, bersamaan peresmian pelebaran jalan yang menjadi akses Tol Gabus pada Ruas Cibitung-Cilincing usai menuntaskan kegiatan pembongkaran bangunan liar.

Ket. Foto: Pekerjaan perbaikan jalan memanfaatkan aspal berbahan limbah plastik di akses menuju Gerbang Tol Gabus pada Ruas Cibitung-Cilincing oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi, Selasa. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

"Pembangunan ini setelah tiga bulan kemarin kita tuntaskan pembongkaran bangli (bangunan liar). Dibangun, dilebarkan serta ditata dengan inovasi. Ini ide brilian, saya mengapresiasi Dinas SDABMBK yang sudah memprakarsai kegiatan ini sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat," kata Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di Cikarang, Selasa.

Ia menyatakan penggunaan limbah plastik sebagai bahan pembuatan aspal menjadi inovasi yang menjawab banyak persoalan mencakup keterbatasan kemampuan keuangan daerah untuk pembangunan infrastruktur serta belum optimal pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi.

"Kemarin ada laporan dari Pak Kadis SDABMBK, katanya mau bantu sedikit mengurangi sampah plastik. Saya bingung juga. Kirain sampah plastik dibuat jadi goreng kacang. Ternyata dicampur dengan aspal dan berhasil. Maka saya sangat apresiasi. Inovasi ini sebagai bentuk kontribusi daerah mengurangi sampah plastik," ucap dia.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan inovasi ini merupakan penggabungan dari konsep daur ulang. Bahan material yang digunakan berasal juga dari aspal yang didaur ulang.

"Konsepnya daur ulang material agar lebih ada manfaat lagi. Jadi yang kami gunakan itu dari aspal yang di-scrap. Misalkan aspal dari Bina Marga Jakarta, kami daur ulang kembali sebagai bahan material. Ini digunakan sebagai solusi mengingat bahan yang biasa digunakan agak sulit seiring dengan beberapa tambang yang tutup," katanya.

Setelah mendaur ulang aspal lama, kemudian mencampurkan limbah plastik sebagai tambahan material. Penggunaan plastik secara umum dapat meningkatkan kekuatan aspal, terutama terhadap air.

"Ditambahkan tadi plastiknya, karena plastik punya sifat tahan air. Nah selama ini kan aspal salah satu kekurangannya adalah tidak tahan air," katanya.

Dia mengaku uji coba aspal berbahan limbah plastik ini sudah yang ketiga kali dan hasilnya penggunaan plastik tidak menurunkan mutu aspal. Hanya saja, diakui Henri, perlu lebih banyak uji coba agar hasilnya benar-benar maksimal.

"Jadi setiap uji coba di lapangan, kami evaluasi kembali, kami uji kembali di laboratorium yang kami miliki. Terus kami lakukan sehingga benar-benar tepat kandungannya," katanya.

Ia melanjutkan sejauh ini kandungan limbah plastik dalam aspal baru mencapai 10-20 persen. Setelah serangkaian pengujian, ditargetkan kandungan limbah plastik bisa mencapai 50 persen.

"Makanya kami terus mencari formula yang pas karena harapannya bisa sampai 50 persen. Dengan begitu otomatis biaya pembangunan bisa berkurang 50 persen, sehingga dengan anggaran yang ada kuantitas jalan yang diperbaiki bisa lebih banyak. Ini komitmen kami, pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih, juga dari sisi lingkungan hidup," katanya.

Setelah mendapatkan formula yang tepat, aspal berbahan limbah plastik ini akan menjadi hak paten dari Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi. "Rencananya akan kami daftarkan HaKI (Hak Kekayaan Intelektual)-nya," kata dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.