Rupiah Hadapi Tekanan Ganda, Senin 1 September 2025
📅 Senin, 01 Sep 2025, 09:10 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: istimewa
JAKARTA – Rupiah diperkirakan berada dalam tekanan ganda awal pekan ini. Dari dalam negeri, instabilitas politik menimbulkan kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan dan kepastian iklim usaha, sehingga memicu arus keluar modal asing, sementara dari global, menguatnya data ekonomi Amerika Serikat (AS) memperkuat ekspektasi bank sentral setempat (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sehingga mendorong penguatan dollar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, Senin (1/9), melemah terhadap dollar AS hingga 150 basis poin (bps) ke kisaran 16.600-16.650 rupiah per dollar AS. Dia menambahkan kedalaman pelemahan rupiah akan bergantung pada kondisi demonstrasi pada pekan ini.
“Jika kondisi justru semakin buruk, maka hal ini akan mempengaruhi sentimen pasar. Sebab investor tidak hanya melihat dari kondisi dalam negeri tetapi juga kondisi luar negeri,” ujarnya di Jakarta, Minggu (31/8).
Bahkan, lanjutnya, kondisi eksternal juga menekan rupiah karena data-data ekonomi AS lebih positif dari perkiraan pasar, seperti pertumbuhan ekonomi Kuartal II 2025 mencapai 3,3 persen melampaui proyeksi awal 3,1 persen.
Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Jumat (29/8) sore, melemah sebesar 147 poin atau 0,90 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.500 rupiah per dollar AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!