Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bupati Cirebon Sesalkan Aksi Perusakan Gedung DPRD

📅 Senin, 01 Sep 2025, 16:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bupati Cirebon Sesalkan Aksi Perusakan Gedung DPRD Doc: ANTARA
Ket. Kondisi kerusakan di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/9/2025), usai dirusak perusuh.

CIREBON – Bupati Cirebon, Imron, menyesalkan adanya aksi perusakan yang terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, oleh para perusuh saat aksi unjuk rasa berlangsung pada Sabtu (30/8).

Ia mengatakan berdasarkan peninjauan yang dilakukan, kerusakan fasilitas hanya terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, sementara kantor dinas lainnya dalam kondisi aman.

“Yang rusak itu terfokus di DPRD. Di dinas-dinas lain tidak ada kerusakan, semuanya aman,” kata Imron di Cirebon, Senin (01/9).

Ia menegaskan pemerintah daerah selalu terbuka terhadap aspirasi masyarakat, namun menyayangkan cara penyampaian yang disertai tindakan anarkis.

Menurutnya, demonstrasi merupakan hak masyarakat, tetapi harus dilakukan secara tertib tanpa merusak fasilitas umum maupun aset daerah.

“Kami pemerintah itu selalu welcome. Mari duduk bersama, berdiskusi, membicarakan keluhan dengan baik. Jangan sampai ada aksi anarkis yang justru merugikan kita semua,” ujarnya.

Imron mengingatkan kerusakan akibat aksi perusuh tidak hanya berdampak pada fasilitas, tetapi berpengaruh terhadap anggaran daerah yang seharusnya digunakan untuk pembangunan lain.

Ia mencontohkan anggaran perbaikan gedung yang rusak nantinya harus diambil dari pos lain, sehingga dapat menghambat sejumlah program yang sudah direncanakan.

“Dana untuk memperbaiki kerusakan itu pasti mengurangi alokasi di sektor lain, seperti perbaikan jalan atau program pembangunan yang sudah disusun,” katanya.

Bupati menyebut perhitungan kerugian akibat perusakan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, masih menunggu kajian dari pihak berwenang agar nilainya dapat dipastikan.

Ia juga menekankan agar masyarakat lebih mengutamakan jalur dialog di tingkat daerah, tanpa harus membawa aspirasi ke Jakarta dengan cara yang menimbulkan risiko kericuhan.

“Di sini ada DPRD, ada eksekutif daerah, semua bisa dibicarakan baik-baik. Tidak perlu jauh-jauh ke Jakarta,” katanya.

Ia kembali mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang konstruktif, karena pemerintah daerah selalu terbuka terhadap kritik maupun saran.

“Kami berharap demo itu benar-benar dilakukan untuk menyampaikan aspirasi, bukan untuk anarkis, apalagi merusak. Mari bersama menjaga ketertiban dan membangun Cirebon dengan baik,” tutur Imron.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.