Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sosiolog Nilai Ketimpangan Sosial Jadi Akar Masalah Timbulnya Aksi Anarkis

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 10:45 WIB | Oleh:
Sosiolog Nilai Ketimpangan Sosial Jadi Akar Masalah Timbulnya Aksi Anarkis Doc: ANTARA
Ket. Massa menjarah barang berharga dari rumah anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio di Jalan Karang Asem 1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025) malam.

MATARAM - Sosiolog Universitas Mataram (Unram) Saipul Hamdi memandang akar masalah timbulnya aksi anarkis saat kegiatan unjuk rasa dalam beberapa hari terakhir terjadi akibat ketimpangan sosial yang dialami masyarakat.

"Akar masalah kalau analisa saya akibat persoalan ketimpangan sosial yang sangat jauh," ujarnya di Mataram, Minggu.

Saipul mengatakan jurang pemisah antara masyarakat yang tidak punya pekerjaan atau punya pekerjaan tapi bergaji kecil dengan legislator dan beberapa instansi pemerintah yang punya gaji besar kini semakin tampak jelas di Indonesia.

Beberapa tokoh politik, artis, pengusaha, maupun pejabat publik menampilkan gaya hidup hedonisme lewat akun-akun media sosial pribadi mereka.

Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi masyarakat di level akar rumput yang banyak terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), penjualan produk UMKM lesu, dan tidak ada kenaikan gaji.

"Masyarakat mulai gerah dengan itu. Ada gap kesejahteraan antara masyarakat dengan pejabat," kata Saipul.

Lebih lanjut Saipul berpesan kepada semua tokoh publik untuk selalu menjaga sikap dan kalimat yang keluar dari mulut agar tidak menyakiti hati masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau kekayaan masyarakat di Indonesia mengalami peningkatan pada tahun 2024. Angka gini ratio mengalami peningkatan dari 0,379 pada Maret 2024 menjadi 0,381 pada September 2024.

Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat terjadi di seluruh Indonesia. Mereka melayangkan berbagai tuntutan mulai dari reformasi pajak, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga menolak upah murah.

Unjuk rasa yang dimulai pada 25 Agustus 2025 masih terus berlanjut sampai hari ini menyebabkan banyak fasilitas umum dan perkantoran rusak. Aksi penjarahan dan pembakaran terjadi di banyak daerah, salah satunya pembakaran Kantor DPRD NTB serta Kantor Gubernur Jawa Timur.

Pada 30 Agustus 2025, Presiden Prabowo memanggil Panglima TNI dan Kapolri guna membahas situasi terkini unjuk rasa di berbagai daerah. Ia memerintahkan aparat keamanan untuk menindak tegas massa yang melakukan aksi anarkis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.