Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pala Ternate: Dari Warisan Rempah ke Aset Bernilai Global

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 17:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pala Ternate: Dari Warisan Rempah ke Aset Bernilai Global Doc: ANTARA/HO- Humas Kemenkum (Abdul Fatah)
Ket. Pala Ternate ditargetkan jadi indikasi geografis yang dilindungi di Ternate, Sabtu (30/8/2025).

TERNATE - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Maluku Utara bersama Dinas Pertanian Kota Ternate dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) melakukan peninjauan lapangan terkait pengelolaan Pala Ternate sebagai produk indikasi geografis (IG). 

Langkah ini mencerminkan upaya strategis untuk memperkuat perlindungan hukum dan nilai tambah ekonomi dari salah satu komoditas unggulan Maluku Utara.

Pengakuan sebagai indikasi geografis tidak hanya melindungi Pala Ternate dari praktik pemalsuan atau klaim pihak luar, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. 

Dengan adanya perlindungan IG, kualitas dan reputasi pala khas Ternate bisa dijaga, sementara petani lokal memperoleh jaminan harga yang lebih stabil.

Peninjauan ini juga menjadi momentum penting dalam menyinergikan kebijakan lintas sektor antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar pengelolaan Pala Ternate berorientasi pada keberlanjutan. 

Jika penguatan perlindungan indikasi geografis berjalan konsisten, maka Pala Ternate berpotensi menjadi ikon ekspor berdaya saing tinggi sekaligus simbol identitas budaya lokal.

"Kanwil Kemenkum Malut bersinergi dengan Dinas Pertanian maupun MPIG untuk mendorong agar Pala Ternate menjadi indikasi geografis. Dengan begitu nilai pasarnya akan meningkat dan memberikan peluang peningkatan kesejahteraan bagi petani dan pedagang pala di Ternate," kata Kepala Kemenkum Malut, Budi Argap Situngkir di Ternate, Sabtu (31/8).

Menurut dia, sebelum pemeriksaan substantif indikasi geografis (IG) yang akan dinilai oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pekan depan.

Dia mengatakan bahwa Pala Ternate ditargetkan akan menjadi indikasi geografis yang keberadaannya dilindungi negara, dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat khususnya petani rempah.

Indikasi geografis, lanjut Argap Situngkir merupakan tanda yang menunjukkan asal suatu produk dari daerah geografis tertentu, di mana faktor lingkungan baik alam dan manusia memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik khas pada produk tersebut.

"Manfaat utamanya adalah memberikan perlindungan hukum bagi produsen, menjamin keaslian dan kualitas bagi konsumen, serta meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk lokal," tambah Argap Situngkir.

Sebagai informasi, bahwa dorongan Pala Ternate untuk menjadi indikasi geografis karena di Malut jumlah relatif sedikit yakni hanya dua, yaitu Pala Dukono dari Halmahera Utara, dan Cengkeh Moloku Kieraha dari Ternate. Sementara potensi IG melimpah yang tersebar pada kabupaten/kota di Malut.

"Kemenkum Malut terus mendorong sinergi dari pemerintah daerah, MPIG, dan seluruh pihak dalam mendukung pendaftaran potensi IG menjadi indikasi geografis," kata Argap Situngkir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

58 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.