Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meta Perbarui Aturan Keamanan AI, Batasi Anak dari Topik Sensitif

📅 Minggu, 31 Agu 2025, 18:49 WIB | Oleh:
Meta Perbarui Aturan Keamanan AI, Batasi Anak dari Topik Sensitif Doc: ANTARA/Sizuka
Ket. Ilustrasi Logo Meta.

JAKARTA - Meta mengumumkan penerapan aturan keamanan dengan mengubah cara melatih produk kecerdasan buatannya (AI) guna memprioritaskan keselamatan remaja dalam menggunakan chatbot.

Melansir laporan TechCrunch, Minggu (31/8), perusahaan saat ini akan melatih chatbot untuk tidak lagi berinteraksi dalam percakapan terkait topik sensitif seperti melukai diri sendiri, bunuh diri, gangguan makan, atau percakapan romantis yang berpotensi tidak pantas dan membatasi akses hanya pada sejumlah karakter AI tertentu untuk pengguna di bawah umur.

“Saat kami terus menyempurnakan sistem kami, kami menambahkan lebih banyak pembatasan sebagai langkah pencegahan tambahan, termasuk melatih AI kami untuk tidak membahas topik-topik ini dengan remaja, tetapi mengarahkan mereka ke sumber daya ahli,” kata juru bicara Meta Stephanie Otway.

Meta mengatakan perubahan ini bersifat sementara dan akan merilis pembaruan keselamatan yang lebih kuat dan tahan lama bagi pengguna di bawah umur di masa mendatang.

“Pembaruan ini sudah berlangsung, dan kami akan terus menyesuaikan pendekatan kami untuk membantu memastikan remaja memiliki pengalaman yang aman dan sesuai dengan usia dengan AI,” katanya.

Stephanie Otway mengatakan bahwa chatbot perusahaan sebelumnya dapat berbicara dengan remaja tentang semua topik ini dengan cara yang dianggap tepat oleh perusahaan. Namun, sekarang Meta menyadari bahwa ini adalah sebuah kesalahan.

“Seiring pertumbuhan komunitas kami dan berkembangnya teknologi, kami terus belajar tentang bagaimana remaja berinteraksi dengan alat-alat ini dan memperkuat perlindungan kami sesuai kebutuhan,” ujar Otway.

Tak hanya pembaruan pelatihan, Meta juga akan membatasi akses remaja terhadap karakter AI tertentu yang berpotensi melakukan percakapan yang tidak pantas. Sebagai gantinya, pengguna remaja hanya akan memiliki akses ke karakter AI yang mendorong pendidikan dan kreativitas.

Adapun penerapan aturan ini menyusul laporan investigasi terhadap Meta terkait kurangnya perlindungan AI terhadap anak di bawah umur.

Perubahan kebijakan diumumkan hanya dua minggu setelah investigasi dari Reuters menemukan dokumen kebijakan Meta internal yang tampaknya mengizinkan chatbot perusahaan terlibat dalam percakapan seksual dengan pengguna di bawah umur.

Meta menyatakan bahwa dokumen tersebut tidak konsisten dengan kebijakan umum mereka dan sejak itu telah diubah, namun laporan tersebut telah memicu kontroversi berkepanjangan mengenai risiko keselamatan anak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Kabut Asap Karhutla Hambat Produksi Ikan Asin

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Kabut Asap Karhutla Hambat ...
Luar Negeri
Mohon Dukungan Doa! Paus Le...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.