Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sapi Merah Putih Hadir Lewat Investasi, Bukan Anggaran Negara

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sejak saat itu, Rachmat mendiskusikan untuk mengembangkan sapi kembar identik Indonesia nan berkualitas, yang akhirnya telah dimiliki 120 sapi unggul pada tahun ini.

Secara berkala, Rachmat melaporkan kepada Prabowo sebelum menjadi Presiden bahwa ilmuwan Indonesia sudah menemukan teori transfer embrio yang menekankan perbaikan mutu genetik, tetapi harus diuji terus agar bisa dipraktikkan.

Laporan lain yang disampaikan terkait harapan adanya produksi sapi berkualitas, tahan penyakit, kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan panas yang dapat diprediksi dari status fisiologis ternak (heat tolerance), dan lain sebagainya.

Dengan dukungan dari PT Moosa yang memiliki kemampuan meningkatkan genetik sapi lokal dan sapi perah melalui teknologi reproduksi hewan serta molekuler modern, diharapkan Program Sapi Merah Putih bisa memberikan manfaat.

“Di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2030) disebutkan bahwa program Makan Bergizi Gratis, program Swasembada Pangan (yang) salah satunya adalah sapi perah, dan salah satu yang diharapkan oleh Bapak Presiden pada waktu kita memberikan makan bergizi adalah memberikan satu gelas susu,” ujar dia.

“Ketika saya laporkan kepada beliau (Presiden) ini sudah bisa produksi, tapi baru bibitnya, susunya belum. Kemudian dengan memproduksi sapi, maka kita harapkan susunya pun akan terpenuhi,” ucap Menteri PPN.

Konsumsi susu di Indonesia sendiri terus meningkat hingga sekitar 4,5 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 20 persen atau sekitar 0,9 juta ton, sehingga 80 persen sisanya dipenuhi oleh impor.

Adapun populasi sapi perah nasional saat ini sekitar 540 ribu ekonomi yang 80 persen di antaranya berasal dari peternakan rakyat, dengan produktivitas rata-rata 10-12 liter per ekor per hari, jauh di bawah potensi optimal.

Karena itu, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo pada Kamis (28/8) mengharapkan kolaborasi pihaknya dengan PT Moosa dan IPB dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Misalnya ialah India yang sudah memulai perbaikan genetika sapi di era 1970-an, Amerika Serikat (AS) pada 1945, dan Tiongkok saat dasawarsa 1980.

Dengan begitu, produksi susu dapat ditingkatkan seiring kemajuan dalam sektor peternakan sapi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.