Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian UMKM: MBG Ekosistem Usaha Paripurna Dukung UMKM Naik Kelas

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 13:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian UMKM: MBG Ekosistem Usaha Paripurna Dukung UMKM Naik Kelas Doc: ANTARA
Ket. Deputi bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik (kanan) dan Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional Brigjen (Purn) Suardi Samiran memasang predikat SPPG Ramah UMKM di SPPG Maros Mandai 01, Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (29/8/2025).

MAROS – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG merupakan ekosistem usaha paripurna dalam rangka mendukung pengusaha UMKM tumbuh dan naik kelas.

"Semuanya bisa didapatkan sehingga kami ingin mengatakan ini adalah ekosistem usaha yang paripurna mendukung UMKM kita bisa tumbuh dan naik kelas," ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, di Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat (29/8).

Menurut Riza, program MBG ini adalah satu program prioritas yang diharapkan bisa memberikan dampak besar kepada masyarakat, kepada anak-anak generasi ke depan, diharapkan bisa mendapatkan gizi yang sehat, mendapatkan asupan makanan protein yang sehat.

"Dan alhamdulillah, hari ini kita lihat bagaimana semua proses ini bisa memberikan kepastian kepada tiap-tiap anak Indonesia mendapatkan akses makanan yang sehat," katanya.

Selain itu, program MBG diharapkan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah.

Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN), bahwa 85 persen dari anggaran Makan Bergizi Gratis adalah untuk membeli bahan-bahan dapur. Apa saja bahan dapur itu? Ada sayuran, daging, ikan, daging ayam, telur, dan seterusnya.

Bahan-bahan ini didapatkan dari petani, nelayan, peternak, pekebun, pengolah-pengolah makanan. yang semuanya itu adalah UMKM-UMKM yang sebagian besar tinggal di pedesaan.

"Di sinilah ekosistem Makan Bergizi Gratis itu kami di Kementerian UMKM, Pak Menteri UMKM selalu mengatakan yang menerima manfaat paling besar dari program prioritas ini adalah UMKM. Karena pendapatannya akan jauh lebih pasti, jauh lebih besar daripada sebelum adanya ekosistem Makan Bergizi Gratis ini," kata Riza.

Kementerian UMKM juga sudah melihat bagaimana pembudidaya ikan mendapatkan permintaan ikan bandeng yang lebih banyak daripada sebelumnya.

"Kenapa? Karena ternyata di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maros Mandai 01 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini setiap minggu ada dua kali sumber proteinnya dari ikan. Mereka pesan ke mana? Pesan kepada pembudidaya. Lalu ikan yang ditangkap oleh pembudidaya tadi itu diolah oleh ibu-ibu," kata Riza.

Terdapat 10 sampai 13 ibu-ibu pekerja yang melakukan pencabutan duri ikan bandeng. Lalu setelah itu dijual atau dikirim ke dapur. Dapur SPPG juga dapat menyediakan menu MBG berkualitas dengan suplai bahan semacam ini dengan UMKM berstandar bagus.

Dengan demikian, program MBG juga menguntungkan pembudidaya ikan bandeng, dan membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu sekitar.

Dalam kesempatan itu, Riza juga menyerahkan SPPG predikat ramah UMKM kepada tiga dapur SPPG di Kabupaten Maros, di mana salah satunya adalah SPPG Maros Mandai 01.

"(SPPG) dengan sertifikat atau predikat ramah UMKM itu artinya lebih dari 60 persen produk-produk yang digunakan di sini adalah produk-produk UMKM," kata Riza.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

17 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.