Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Program Koperasi, BPOM RI Sediakan Daftar Obat-obatan

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Program Koperasi, BPOM RI Sediakan Daftar Obat-obatan Doc: Antara
Ket. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar di Makassar, Kamis (28/8).

Makassar - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI menyiapkan daftar obat untuk apotek Koperasi Merah Putih yang jumlahnya mencapai 38.000 unit se-Indonesia.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan apotek ini tidak selevel dengan apotek pada umumnya, namun tetap harus memiliki seorang apoteker untuk setiap apotek Koperasi Merah Putih.

"Sekarang kita lagi buat kerja sama dengan Kementerian Koperasi karena ingin mengatur bagaimana obat-obat tertentu yang bisa dijual di situ," ujarnya setelah menghadiri Rakornas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) di Makassar, Kamis (28/8).

Badan POM bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Koperasi akan membentuk tim kerja terkait dengan pelayanan apotek tingkat desa melalui Koperasi Merah Putih.

"Koperasinya sudah terbentuk, tapi apoteknya kan belum. Jadi, jangan khawatir Badan POM akan terlibat dan dilibatkan oleh undang-undang, termasuk kebijakan," ujarnya.

Gerai apotek menjadi salah satu gerai di antara sembilan gerai wajib yang harus ada di Koperasi Merah Putih di setiap desa. Gerai apotek ini melengkapi gerai sembako, alsintan, bank syariah, elpiji, klinik, dan lainnya.

Khusus di Sulawesi Selatan, 3.059 Koperasi Merah Putih resmi beroperasi setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia secara serentak.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman menyebut telah tuntas didirikan 3.059 koperasi desa lengkap dengan akta resmi di Sulsel. Salah satu lokasi percontohan hadir di Kabupaten Takalar dalam hal digitalisasi untuk Sulsel.

Ia menjelaskan saat menghadiri peresmian Koperasi Merah Putih di Desa Aeng Batu-Batu, Kabupaten Takalar, koperasi desa ini dilengkapi fasilitas digitalisasi dan siap mengintegrasikan sembilan layanan ekonomi berbasis masyarakat.

Pemerintah provinsi dan kabupaten serta kota mengharapkan koperasi berbasis digital dapat menjadi motor penggerak ekonomi di desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Bupati Tangerang Minta Warg...
Daerah
Polres Karawang Ringkus Tig...

DPR RI Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
DPR RI Prioritaskan Pembaha...

UEFA Tolak Penambahan Peserta Piala Dunia 2030

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
UEFA Tolak Penambahan Peser...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.