Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Bantah Tudingan Jepang Soal Pengeboran di LTT

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 02:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Bantah Tudingan Jepang Soal Pengeboran di LTT Doc: AFP/Ministry of Foreign Affairs of Japan
Ket. Gambar yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Jepang pada Mei 2022 memperlihatkan sebuah anjungan minyak (rig) berada di perairan sengketa Laut Tiongkok Timur pada April 2014.

BEIJING - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut eksplorasi minyak di Laut Tiongkok Timur (LTT) tidak berada di perairan yang disengketakan tetapi masuk dalam wilayah negaranya.

"Aktivitas eksplorasi minyak dan gas Tiongkok di LTT dilakukan di perairan yang tidak disengketakan di bawah yurisdiksi Tiongkok," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (26/8).

Jepang sebelumnya mengajukan protes yang menuduh Tiongkok melakukan pengembangan sepihak ladang gas di perairan yang disengketakan di LTT. Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan telah mendeteksi 21 rig pengeboran yang diduga telah ditempatkan di sisi Beijing dari perbatasan maritim de facto atau di perairan sebelah barat garis tengah antara kedua negara.

Disebutkan oleh kementerian itu bahwa ada kekhawatiran dari Tokyo bahwa gas di sisi Jepang juga dapat diekstraksi.

"Tindakan itu sepenuhnya berada dalam hak kedaulatan dan yurisdiksi Tiongkok. Tiongkok tidak menerima tuduhan tak berdasar Jepang dan telah membantah apa yang disebut protes dari pihak Jepang," ungkap Guo.

Tiongkok, kata Guo, berkomitmen untuk menerapkan konsensus berprinsip mengenai penyelesaian isu LTT secara komprehensif dan efektif.

"Kami berharap Jepang akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk memainkan peran konstruktif dalam dimulainya kembali negosiasi antarpemerintah antara kedua negara sesegera mungkin," ungkap Guo.

Belum Dibatasi

Sementara Kementerian Luar Negeri Jepang dalam pernyataannya mengatakan amat disesalkan bahwa Tiongkok memajukan pembangunan sepihak di LTT, sementara Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen di LTT belum dibatasi.

Jepang juga sangat mendesak Tiongkok untuk melanjutkan negosiasi implementasi perjanjian tahun 2008 untuk bekerja sama dalam eksploitasi sumber daya alam di LTT, menurut kementerian tersebut.

Perundingan mengenai pakta tersebut telah ditangguhkan sejak akhir 2010, ketika sebuah kapal nelayan Tiongkok bertabrakan dengan dua kapal Penjaga Pantai Jepang di dekat Kepulauan Senkaku.

Pada 2008 ada perjanjian yang menetapkan bahwa Jepang dan Tiongkok sepakat untuk bersama-sama mengembangkan cadangan gas bawah laut di wilayah yang disengketakan, dengan larangan pengeboran independen oleh kedua negara. Namun, negosiasi mengenai cara mengimplementasikan kesepakatan tersebut ditangguhkan pada 2010.

Pernyataan terbaru Tokyo ini menyusul pengajuan protes serupa oleh Jepang setelah ditemukannya instalasi buatan Tiongkok pada Mei dan Juni 2025. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.