Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kejari Sebut Gedung Setda Kota Cirebon Rawan Rusak Akibat Korupsi

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 16:16 WIB | Oleh:
Kejari Sebut Gedung Setda Kota Cirebon Rawan Rusak Akibat Korupsi Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Ket. Tampak depan kondisi Gedung Setda Kota Cirebon di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (28/8).

Cirebon -- Penyidik dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon, Jawa Barat, menyebut kualitas Gedung Sekretariat Daerah (Setda) setempat berpotensi mengalami kerusakan parah karena pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi akibat praktik korupsi.

Penyidik Kejari Kota Cirebon, Gema mengatakan hasil pemeriksaan fisik bersama tim ahli Politeknik Negeri Bandung (Polban), menunjukkan konstruksi gedung tersebut sangat lemah dan bisa terdampak parah bila terjadi gempa.

"Politeknik Bandung menyampaikan gedung tersebut memang ada potensi untuk rusak apabila ada gempa bumi," katanya di Cirebon, Kamis.

Ia menuturkan kondisi itu terjadi, karena proses pembangunan tidak mengikuti spesifikasi teknis maupun standar keamanan yang seharusnya diterapkan.

Apabila dikerjakan sesuai aturan, kata dia, Gedung Setda Kota Cirebon seharusnya bisa bertahan hingga 50 tahun. Namun akibat praktik korupsi, gedung justru membutuhkan perbaikan agar aman digunakan.

"Seharusnya gedung ini bisa bertahan setengah abad, tapi dengan kondisi sekarang justru diperlukan perbaikan-perbaikan," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Kejari Kota Cirebon sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Gedung Setda yang dimulai pada 2016 dengan anggaran sekitar Rp86 miliar bersumber dari APBD.

Menurutnya, modus para tersangka dalam kasus ini adalah mengurangi kualitas dan kuantitas material bangunan, melakukan pencairan dana yang tidak sesuai aturan, serta menaikkan progres pekerjaan meski pengerjaan belum selesai.

"Modus itu dilakukan agar mereka bisa meraup keuntungan lebih besar. Kerugian negara yang dihitung BPK RI sebesar Rp26 miliar dari total kontrak Rp86 miliar," katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Setda Kota Cirebon Muhammad Arif Kurniawan menyatakan kondisi Gedung Setda saat ini riskan digunakan, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan.

“Tapi semakin ke sini umur bangunan semakin bertambah. Air tambah masuk ke dalam, strukturnya makin melemah,” katanya.

Ia menyampaikan untuk pembangunan gedung baru diperkirakan menelan biaya sekitar Rp40 miliar. Maka dari itu pemerintah daerah tetap memanfaatkan aset yang sudah ada.

Dia mengakui pilihan untuk memperbaiki gedung memang menjadi opsi terakhir. Namun langkah tersebut harus ditempuh agar aset daerah tetap bisa dimanfaatkan.

Ia menegaskan proses perbaikan Gedung Setda Kota Cirebon, membutuhkan kontraktor yang benar-benar memiliki keahlian khusus di bidang perbaikan bangunan bertingkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Saya bingung ojol seperti Grab gojek Maxim itu ...
    Pak presiden jangan percaya lap.bawahan yg ada ojol ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Nasional
Kapan Wisata Bromo Dibuka L...
Nasional
Kapal Pesiar Swasta Dipakai...

Akses Wisata Ke Bromo akan Dibuka Jika Benar-benar Aman

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Akses Wisata Ke Bromo akan ...
PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

PT KAI: LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

16 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.