Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Bawang Merah di Palu Tembus Rp60 Ribu, Pemkot Turun Tangan

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 21:15 WIB | Oleh:
Harga Bawang Merah di Palu Tembus Rp60 Ribu, Pemkot Turun Tangan Doc: ANTARA/Rangga Musabar
Ket. Dok- Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu Rahmad Mustafa (kanan) saat menjadi narasumber podcast di kantor ANTARA Biro Sulawesi Tengah di Palu.

PALU - Harga bawang merah di pasar tradisional Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) melonjak hingga Rp60 ribu per kilogram pada Agustus 2025. Pemerintah Kota (Pemkot) Palu menyebut lonjakan itu dipicu ketergantungan pasokan dari luar daerah. Untuk menekan harga dan mencegah inflasi, Pemkot menggelar pasar tani, pasar murah, hingga mendorong kerja sama dengan petani lokal serta melibatkan Bulog dalam stabilisasi pangan.

"Sebagian besar bawang merah didatangkan dari luar daerah yakni Sulawesi Selatan dan Pulau Jawa, di saat terjadi ketidakstabilan stok maka secara tidak langsung mempengaruhi harga komoditas itu di pasar," kata Pelaksana tugas (Plt) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palu Rahmad Mustafa di Palu, Kamis. 

Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, sejak awal hingga akhir Agustus bawang merah masih bertahan di harga Rp60 ribu per kilogram, atau terjadi selisih Rp10 ribu dibandingkan harga pada bulan Juli Rp50 ribu per kilogram. 

Guna melakukan upaya pengendalian harga maka Pemkot Palu mengintervensi melalui berbagai kegiatan, diantaranya inspeksi ditingkat distributor, mendorong gerakan tanam ditingkat petani lokal, kemudian memfasilitasi petani bawang dan pasar. 

"Kami akan melalukan perjanjian kerja sama (PKS) antara petani dan pemerintah, karena di Kota Palu ada juga petani bawang merah," ujarnya. 

Selain itu, Pemkot Palu juga melakukan intervensi melalui pelaksanaan pasar tani melibatkan petani, maupun distributor dengan harga subsidi. 

"Bawang merah salah satu bahan pokok penting, sehingga pemerintah daerah terus berupaya untuk menekan harga supaya kembali stabil," ucap Rahmad. 

Sementara itu Kepala Dinas Perindag Kota Palu Zulkifli mengemukakan, intervensi pengendalian harga juga dilakukan melalui kegiatan pasar murah dengan melibatkan distributor maupun pedagang dan UMKM, termasuk Perum Bulog. 

Khusus Bulog, menjual beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan menyasar delapan kecamatan di Kota Palu. 

"Lonjakan bahan pokok dapat memicu inflasi bila tidak ditangani secara efektif dan terpadu," kata dia. 

Dari hasil pemantauan harga oleh pihaknya, harga bahan pokok penting lainnya dalam keadaan stabil yakni bawang putih Rp40 ribu per kilogram, cabai rawit merah dan cabai keriting masing-masing Rp35 ribu per kilogram. 

Lalu, daging sapi Rp130 ribu per kilogram, daging ayam broiler Rp50 ribu per kilogram dan komoditas beras di kisaran Rp15 ribu per kilogram. 

"Harga beras berangsur-angsur mulai menunjukkan kestabilan, kami berharap kondisi ini terus menunjukkan progres yang positif," kata dia menuturkan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.