Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Chad: Pesona Negeri Gurun di Jantung Afrika

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 15:53 WIB | Oleh:

Pada abad ke-20, Chad menjadi bagian dari koloni Prancis, dan pada tahun 1960, menjadi negara merdeka. Namun, kemerdekaan Chad tidak membawa stabilitas. Negara ini seringkali dilanda konflik dan perang saudara, terutama setelah runtuhnya Republik Demokratik Chad pada tahun 1973.

Konflik ini mengakibatkan banyak korban jiwa, pengungsian massal, dan kerusakan infrastruktur yang parah.

Keanekaragaman yang Memukau

Chad adalah negara dengan keanekaragaman budaya yang luar biasa. Masyarakat Chad terdiri dari berbagai etnis, masing-masing dengan bahasa, tradisi, dan adat istiadatnya sendiri.

Beberapa kelompok etnis yang penting meliputi:

Arab: Kelompok terbesar di Chad, mereka berfokus pada perdagangan dan pertanian.

Pastoralis: Kelompok yang hidup dari penggembalaan ternak, mereka memiliki hubungan yang erat dengan alam dan tradisi leluhur.

20250828154105_CHAD-Lake.jpeg

Para peternak unta di tepi Danau Chad. (Britannica)

Zozo: Kelompok yang tinggal di wilayah selatan, mereka dikenal dengan seni dan musik tradisional mereka.

Budaya Chad kaya akan tradisi lisan, seperti cerita rakyat, puisi, dan lagu-lagu tradisional. Seni dan kerajinan tangan juga menjadi bagian penting dari budaya Chad, dengan berbagai jenis ukiran kayu, tenun, dan perhiasan yang dibuat oleh berbagai kelompok etnis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.