Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benih Hibrida, Jalan Cepat Indonesia Mengejar Swasembada Pangan

📅 Kamis, 28 Agu 2025, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Benih Hibrida, Jalan Cepat Indonesia Mengejar Swasembada Pangan Doc: ANTARA/Fahmi Alfian
Ket. Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan, Ladiyani Retno Widowati (dua dari kanan) saat meninjau gabah hasil benih padi hibrida Ningrat (NK02133) di Pasuruan, Kamis (28/7/2025).

PASURUAN – Penggunaan benih padi hibrida memegang peran penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Dengan potensi hasil panen yang lebih tinggi dibanding varietas konvensional, benih hibrida mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan dan terus meningkatnya kebutuhan pangan.

Selain itu, benih hibrida umumnya lebih adaptif terhadap perubahan iklim serta memiliki ketahanan lebih baik terhadap hama dan penyakit tertentu.

Namun, tantangan utamanya adalah harga benih yang relatif mahal, kebutuhan pendampingan teknis bagi petani, serta keterjaminan distribusi.

Jika dikelola dengan strategi yang tepat, pemanfaatan benih padi hibrida dapat menjadi salah satu kunci ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Indonesia.

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penggunaan benih padi hibrida demi meningkatkan produktivitas tanaman padi petani padi.

Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Ladiyani Retno Widowati menyebutkan benih padi hibrida dapat meningkatkan produktivitas lahan hingga 13 ton per hektare lahan dengan realisasi sebesar 10 ton per hektare lahan.

"Varietas padi hibrida hadir sebagai pilihan bagi petani yang memungkinkan lahannya menghasilkan padi hingga 10 ton per hektar," kata Retno dalam peluncuran benih padi varietas NK-112 Ningrat oleh PT Syngenta Seed Indonesia di Pasuruan, Jatim, Kamis (28/8).

Menurutnya, penggunaan benih terbaik merupakan proses yang krusial sehingga penggunaan benih hibrida yang baik akan semakin meningkatkan produktivitas dengan optimalisasi kebutuhan air, pestisida dan pupuk.

Retno juga mengapresiasi langkah Syngenta yang dinilainya memberi opsi yang menarik bagi masyarakat khususnya petani.

"Kami mencatat petani mulai banyak yang beralih ke benih hibrida. Meskipun harganya lebih mahal, hal tersebut bisa ditutup dengan jumlah produksi yang jauh lebih besar," kata Retno.

Sementara itu, peluncuran benih padi hibrida Ningrat NK-2133 menandai komitmen Syngenta Indonesia dalam membantu meningkatkan produksi beras nasional.

Hadirnya benih padi hibrida ini juga akan membuka peluang bagi petani untuk memaksimalkan pendapatan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional

Ningrat NK-2133 menghadirkan tiga keunggulan utama yakni gabah hasil benih tersebut lebih bening, lebih berat, dan lebih tangguh dari ancaman penyakit dan hama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Swiss Tak Lagi Netral dan P...
Megapolitan
Mengolah Sampah Daun Kering...
Luar Negeri
Ekuador Makin Kacau, Status...
Luar Negeri
Filipina Gelontorkan 362 Ju...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.