Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementerian UMKM Tekankan Penerapan Teknologi Hilirisasi Gambir Sumbar

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 13:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian UMKM Tekankan Penerapan Teknologi Hilirisasi Gambir Sumbar Doc: ANTARA
Ket. Petani gambir menjamur gambir sebelum diekspor ke Asia Selatan salah satunya India.

PADANG – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menekankan dan mendorong percepatan hilirisasi komoditas gambir di Sumatera Barat (Sumbar) melalui pemanfaatan teknologi modern untuk produksi yang berkelanjutan.

"Pemanfaatan teknologi produksi untuk mendukung hilirisasi komoditas gambir bagi usaha kecil," kata Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, secara daring di Padang, Rabu (27/8).

Temmy mengatakan saat ini petani gambir berada pada posisi tawar yang lemah karena tata niaga yang masih tradisional, dan bergantung pada pasar India sebagai pembeli utama.

"Hilirisasi sangat penting agar gambir tidak hanya menjadi komoditas dagang, tetapi juga komoditas industri bernilai tinggi," kata Temmy.

Ia menyebutkan saat ini Indonesia menguasai sekitar 80 persen pangsa pasar gambir dunia dengan pertumbuhan ekspor rata-rata 16,16 persen per tahun periode 2019–2023. Meski demikian sebagian besar produk gambir masih dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambah rendah dan harga kerap berfluktuasi.

Sebagai provinsi penghasil gambir terbesar di Indonesia, Sumbar dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan produk hilir. Namun upaya ini memerlukan dukungan lintas pemangku kepentingan mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, asosiasi petani, hingga pengusaha.

Temmy mengatakan pasar produk hilir saat ini masih menghadapi kendala di antaranya keterbatasan informasi spesifik yang dibutuhkan dalam rantai nilai. Oleh karena itu, perlu pengembangan akses pasar yang lebih luas dan tidak hanya bertumpu pada pasar luar negeri tetapi juga menyasar pasar domestik.

"Ke depan penting untuk memetakan klaster industri dalam negeri yang membutuhkan produk hilirisasi gambir serta menyusun skema kebijakan untuk intervensi pasar produk hilir," saran dia.

Lebih lanjut, ia menyebut kebijakan hilirisasi merupakan salah satu program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2024–2029. Hilirisasi tidak hanya diterapkan pada sektor mineral, tetapi juga pada pertanian dan perkebunan, sehingga membuka peluang besar bagi keterlibatan UMKM.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal Kementerian UMKM mencatat 16 juta lebih UMKM atau 93,95 persen masih berproduksi dengan cara tradisional. Imbasnya, 20–30 persen produktivitas lebih rendah dibandingkan industri skala menengah maupun besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.