Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter Bantah Vaksinasi Campak Bisa Menimbulkan Kecacatan

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dokter Bantah Vaksinasi Campak Bisa Menimbulkan Kecacatan Doc: ANTARA 
Ket. Petugas kesehatan Puskesmas Pragaan bersiap menyuntikkan vaksin campak rubella kepada anak-anak di TK Al-Amien, Sumenep, Jawa Timur, Rabu (27/8/2025).

JAKARTA – Guru Besar Fakultas Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. dr. Edi Hartoyo, Sp.A, Subs.IPT(K), membantah anggapan yang beredar di media sosial bahwa vaksinasi campak bisa menimbulkan kecacatan pada anak.

"Tidak benar (vaksinasi campak) menimbulkan kecacatan," kata Edi, yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia, saat diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Rabu (27/8).

Vaksin campak, Edi menjelaskan, berisi virus campak yang sudah dilemahkan sehingga ia tidak memiliki kemampuan untuk menyebabkan infeksi berat pada orang yang diberikan vaksin. Vaksin berisi virus campak itu justru bisa merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

"Jadi, risiko terhadap aktivasi (penyakit) sangat kecil karena virus dilemahkan, otomatis ia tidak virulen, tidak bisa menyebabkan rangsangan penyakit pada orang diimunisasi," kata Edi.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Satgas Imunisasi IDAI Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subs.TKPS(K) menjelaskan, pada beberapa orang vaksin campak bisa memberikan efek seperti demam, namun dalam kategori ringan dan dapat sembuh sendiri.

Statistik menyebutkan hanya 5 sampai 15 persen anak yang diimunisasi mengalami demam, atau hanya lima dari 100 anak yang diimunisasi.

Efek samping lainnya setelah vaksinasi adalah ruam, namun hanya 2 persen yang mengalami atau dua dari 100 anak yang diimunisasi.

Dahulu, dia menerangkan, sebuah penelitian yang kini dilabeli hoaks, menyebutkan vaksin campak, gondongan dan rubela (campak Jerman) MMR dapat menyebabkan autisme.

Sebaiknya Anda baca juga:

Namun, setelah diselidiki, penelitian tersebut hanya dilakukan kepada 12 anak yang diundang ke pesta ulang tahun sang peneliti. Penelitian tersebut sudah ditarik dan dokter yang meneliti dilarang praktik.

Hartono menegaskan kini seluruh negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah melaksanakan imunisasi campak dan rubela MR.

"Kelalaian imunisasi malah menimbulkan wabah," kata Hartono mengingatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemendikdasmen Dorong Pelay...
Nasional
Pemerintah dan DPR Telah Se...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

Event Seru di Jakarta Akhir Pekan 13-14 Juni: Serunya Jakarta Fair 2026 hingga JAKIM

12 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.