BASF Luncurkan Herbisida dengan Cara Kerja Baru untuk Kendalikan Gulma di Persawahan
📅 Rabu, 27 Agu 2025, 00:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: BASF
JAKARTA - BASF memiliki sebuah tonggak penting dalam pengembangan inovasi dengan meluncurkan dan mendistribusikan herbisida Luxinum yang didukung oleh bahan aktif Luximo di Indonesia. Acara peluncuran resmi produk tersebut dilakukan pada Selasa (26/8) di Madiun.
Sebelumnya BASF telah melakukan sosialisasi tentang produk tersebut di Rawajitu, Lampung pada tanggal 10 Juli, dan di Parigi pada 17 Juli 2025. Di kedua tempat kegiatan ini yang sukses dihadiri oleh 650 petani.
Di Madiun, BASF menampilkan secara langsung hasil penggunaan Luxinum kepada para undangan yang terdiri dari petani dan mitra bisnis, berdasarkan uji coba lapangan yang telah dilakukan. Merek tersebut merupakan sebuah terobosan herbisida dengan bahan aktif pertama yang termasuk dalam Grup 30.
Grup 30 merupakan kelompok herbisida kelas baru yang diperkenalkan dalam beberapa dekade terakhir. Dengan kandungan bahan aktif yang inovatif, Luxinum menawarkan mekanisme unik yang menghambat proses membran sel pada bibit gulma, secara efektif dapat mengganggu proses perkecambahan dan menghilangkan gulma rumput serta teki yang sulit dikendalikan.
“Indonesia merupakan produsen beras terbesar keempat di dunia, dan peluncuran Luxinum® akan memberikan peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi para petani untuk mencapai hasil panen yang lebih baik di musim tanam mendatang,” ujar Business Management Southeast Asia, BASF Agricultural Solutions, Robert Upton melalui siaran pers pada hari Selasa (26/8).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menerangkan, Luxinum memberikan perlindungan terhadap gulma selama kurang lebih empat minggu. Dari studi yang dilakukan hasilnya menunjukkan bahwa petani dapat memperoleh manfaat perlindungan lahan bersih hingga 21 hari.
“Dengan memanfaatkan keahlian BASF dalam bidang kimia, kami dapat memberikan pilihan pengendalian gulma yang lebih baik bagi petani padi serta mendukung mereka dalam meningkatkan hasil panen dan mewujudkan budidaya padi yang berkelanjutan,” ujar dia.
“Petani padi Indonesia selalu menjadi prioritas bagi tim kami untuk memberikan upaya terbaik dalam bidang pertanian,” tambah Local Business Management, BASF Agricultural Solutions Indonesia, Jerico Gascon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menerangkan, melalui Luxinum, kami menjawab tantangan yang dihadapi para petani padi di lapangan karena tumbuhnya gulma yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerugian hasil panen hingga 60%, bahkan maksimal mencapai 90%. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa Luxinum efektif mengendalikan gulma resisten seperti Jawan, Dengkulan, dan Tekian.
“Hal ini tentunya bisa memberikan solusi herbisida baru bagi petani yang memiliki manfaat berupa lahan yang lebih bersih, penyerapan nutrisi yang lebih baik, serta pertumbuhan tanaman yang lebih maksimal,” paparnya.
Luxinum® akan diluncurkan secara bertahap di seluruh Indonesia untuk mendukung para petani padi pada musim tanam berikutnya. Produk ini memberikan pengendalian terhadap gulma resisten seperti gulma rumput (termasuk gulma yang resisten terhadap golongan ACCase dan ALS), gulma teki, serta beberapa jenis gulma berdaun lebar, sejak awal tumbuh.
“Luxinum dirancang untuk menjadi tulang punggung dalam program pengendalian gulma yang efektif dan berkelanjutan bagi petani padi, di mana rotasi dengan berbagai mode aksi menjadi kunci dalam mengatasi resistensi,” terangnya.
Ia mengungkapkan, BASF juga akan menjalankan program tanggung jawab penggunaan produk (stewardship) dan bekerja sama dengan mitra distribusi. Program ini dilakukan untuk memastikan petani menggunakan Luxinum sesuai petunjuk pemakaian di label demi hasil yang optimal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!