Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Basarnas Ajukan Dana Kedaulatan SAR untuk Tanggap Bencana Lebih Cepat

📅 Rabu, 27 Agu 2025, 17:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Basarnas Ajukan Dana Kedaulatan SAR untuk Tanggap Bencana Lebih Cepat Doc: Antara Foto
Ket. Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (27/8/2025)

Basarnas mengajukan dana kedaulatan penyelamatan dan pertolongan (SAR) sebagai sumber pendanaan alternatif agar dapat merespons bencana lebih cepat di dalam maupun luar negeri.

Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, mengatakan usulan tersebut telah diajukan melalui dua surat resmi ke Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Konsep ini merujuk pada Perpres 2021 tentang pooling fund penanggulangan bencana. Basarnas membutuhkan dana yang bisa digunakan segera dalam waktu 1x24 jam sejak kejadian," kata Abdul Haris.

Ia mencontohkan pada bencana gempa di Turki dan Myanmar, tim SAR Indonesia baru bisa hadir di lokasi pada hari kelima akibat keterbatasan pendanaan.

"Basarnas bukan sekadar lembaga administrasi, tetapi lembaga operasional di garis depan penyelamatan jiwa. Maka pendanaan cepat menjadi sangat krusial," ujarnya.

Abdul berharap Komisi V DPR mendukung strategi tersebut agar Basarnas memiliki fleksibilitas pendanaan dalam melaksanakan mandat nasional maupun internasional.

Basarnas menyebut masih menghadapi backlog atau selisih anggaran senilai Rp862,7 miliar pada tahun anggaran 2026 karena pagu yang ditetapkan jauh di bawah kebutuhan operasional lembaga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu, Sekretaris Utama Basarnas Abdul Haris mengatakan bahwa pagu kebutuhan 2026 mencapai Rp2,27 triliun, namun alokasi yang diterima hanya Rp1,4 triliun.

"Selisih itu, menyebabkan banyak program vital tidak dapat terlaksana penuh. Padahal, Basarnas dituntut selalu hadir cepat dalam setiap kejadian darurat," kata dia.

Ia merinci, anggaran operasional yang tersedia senilai Rp826,73 miliar dan non-operasional Rp528,93 miliar, sudah termasuk tambahan Rp397,9 miliar untuk belanja operasional, sistem komunikasi, operasi SAR, dan dukungan manajemen.

Meski demikian, Basarnas tidak memperoleh alokasi belanja modal, sehingga kebutuhan pembaruan sarana prasarana penyelamatan tidak dapat terjawab.

"Setiap menit keterlambatan, setiap peralatan yang tak tersedia, bisa berarti satu nyawa melayang. Karena itu dukungan tambahan anggaran mutlak diperlukan," ujarnya.

Abdul mengatakan, Basarnas telah mengajukan usulan tambahan Rp853,52 miliar kepada pemerintah untuk menutup kekurangan tersebut. Ia berharap dukungan DPR agar usulan tambahan itu dapat disetujui sehingga layanan penyelamatan semakin cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Basarnas mencatat sebanyak 5.000 lebih masyarakat di berbagai daerah mengikuti pembinaan potensi pencarian dan pertolongan (SAR) sepanjang 2025, sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana berbasis komunitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.