Kukar Manfaatkan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan
Selasa, 26 Agu 2025, 03:09 WIBTENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), bersama perusahaan swasta memanfaatkan lahan bekas tambang batu bara seluas 1,5 hektare untuk mendukung program ketahanan pangan, yakni dengan ditanami bibit jagung jenis pipil 321 (Bisi 321 Simetal).
âPemkab Kukar memberi apresiasi tinggi terhadap program yang dilakukan PT Baramulti Suksessarana (BSSR) Tbk, karena membantu upaya mewujudkan ketahanan pangan selaras dengan program pemerintah pusat dan pemerintah daerah,â ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri di Tenggarong, kemarin.
Dalam program âKukar Idaman Terbaikâ, lanjut Aulia, sektor pertanian dalam arti luas menjadi salah satu sektor andalan Kukar yang menjadi perhatian utama, baik melalui bantuan sarana produksi, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), maupun pembangunan sarana dan prasarana pertanian.
Ia mengatakan, pemanfaatan lahan menjadi penekanan karena ke depan setelah era pertambangan selesai, maka sektor pertanian Kukar yang akan maju dan lebih diunggulkan. Apalagi Kukar punya lahan luas dan bakal menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menyusul sudah banyak pegawai yang tinggal di IKN.
Banyaknya pegawai IKN dan para pekerja konstruksi di IKN, katanya, setiap hari membutuhkan makan, sehingga Pemkab Kukar terus berupaya menjadi lumbung pangan bukan hanya di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), tapi juga bagi warga IKN. Ke depan, Bupati Kukar ingin di kawasan 1,5 hektare itu tidak hanya ditanami jagung, tapi juga bisa menjadi kawasan pertanian terpadu, seperti ada peternakan dan tanaman palawija lain.
Sementara ini, disebutkannya, Kabupaten Kukar merupakan produsen padi tertinggi di Kaltim, yakni pada 2023 Kukar memproduksi sebanyak 115.103 ton gabah kering giling (GKG) dan pada 2024 sebanyak 106.553 ton GKG.
Untuk itu, Pemkab Kukar akan mengoptimalkan peran penyuluh pertanian untuk meningkatkan produksi agar bisa menjadi penyanggaatau penopang pangan bagi warga IKN. âKomitmen Pemerintah Kabupaten Kukar terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar, bahkan menjadi salah satu program prioritas dalam kebijakan pembangunan daerah,â kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar Sunggono saat Rakor Penyuluh Pertanian se- Kukar di Tenggarong, pekan lalu.
Kebijakan ini merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Kukar, yakni dari ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan khususnya dari sektor pertambangan minyak bumi, gas dan batubara, ke ekonomi yang terbarukan melalui pembangunan pertanian dalam arti luas, pariwisata dan ekonomi kreatif. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Masih 15 Tahun, Remaja Padang Ini Sudah Berangkat Haji
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
Rayakan Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Mewujudkan Keselamatan Berlalulintas
-
DLH Banyumas Kembangkan TPST BLE Tekan Beban Pengolahan Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.