- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Usulkan Perluasa...
Indonesia Usulkan Perluasan Penempatan PMI di Jepang, Fokus 'Care Worker'
Selasa, 26 Agu 2025, 12:10 WIBJAKARTA - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding berharap penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang diperluas, termasuk sektor perawatan lansia (care worker) dan keperawatan.
"Kami berharap kerja sama yang selama ini terjalin dapat diperluas, baik melalui peningkatan kuota penempatan, perluasan fasilitas sertifikasi di Indonesia, maupun penguatan perlindungan dan asuransi bagi PMI," kata Karding pada pertemuan dengan Wakil Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang (MHLW) Yoko Wanibuchi di Tokyo, Senin (25/8).
Dalam siaran pers Kementerian P2MI di Jakarta, Selasa (26/8), Karding menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja terampil di Jepang, khususnya di sektor perawatan lansia dan keperawatan.
Ia mengatakan Indonesia tengah memanfaatkan bonus demografi dan berkomitmen menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri Jepang.
Karding juga mengusulkan langkah konkret untuk memperkuat mekanisme penempatan, seperti penambahan pusat ujian lisensi profesional atau prometrik di berbagai provinsi, kesempatan ujian nasional hingga tiga kali bagi calon PMI dan dukungan Jepang dalam pengembangan Migrant Center dan sekolah vokasi berbasis kurikulum Jepang di Indonesia.
"Kami berharap ada investasi dari industri Jepang dalam pembangunan pusat pelatihan, penyediaan kurikulum, dan pelatihan instruktur. Kami juga mengusulkan pembentukan tim bersama agar koordinasi dan evaluasi program dapat berjalan cepat," katanya.
Lebih jauh, Karding menyampaikan dukungan penuh untuk Care Worker Project yang akan diluncurkan pada 2027.
"Proyek ini akan kami kawal sepenuhnya sesuai permintaan pemerintah Jepang. Jepang merupakan negara prioritas bagi Kementerian P2MI dan kami ingin memastikan kerja sama berjalan optimal," katanya.
Menanggapi hal itu, Yoko Wanibuchi menyampaikan apresiasi atas kualitas PMI. Menurutnya, saat ini ada sekitar 100.000 pekerja Indonesia yang bekerja melalui skema magang dan 53.000 pekerja melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) di Jepang.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas penyediaan tenaga kerja yang unggul," ucapnya.
Yoko memandang Care Worker Project merupakan program strategis bagi Jepang dan ia meminta dukungan langsung Menteri Karding agar proyek tersebut berjalan lancar.
Di akhir pertemuan, keduanya sepakat untuk memperkuat koordinasi, memperluas cakupan kerja sama, dan membentuk tim bersama guna mempercepat evaluasi serta penyempurnaan program penempatan dan pelatihan PMI di Jepang.
Delegasi Kementerian P2MI melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada periode 19â26 Agustus dalam rangka mengoptimalkan tata kelola penempatan serta memperkuat manajemen pelindungan dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia di Jepang.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Mengejutkan, Batam Center Jadi Gerbang Favorit Migran Ilegal ke Luar Negeri
-
BP3MI Kepri Gagalkan Keberangkatan Calon PMI Ilegal ke Kamboja Lewat Batam
-
Pertama dalam Sejarah, Indonesia-Kanada Sepakati Kerja Sama Pengiriman PMI Tenaga Medis
-
Generasi Z Punya Banyak Keunggulan, Orang Tua Diminta Kenali Karakteristik Anak
-
Operasi Keselamatan Agung, Polda Bali Utamakan Tindak lewat ETLE
-
Pantik Semangat Wirausaha PMI, Program Mandiri Sahabatku Sapa 250 Pekerja Migran di Jepang
-
Bebani Pekerja Migran, Kemen P2MI Minta BI Benahi Remitansi Pekerja Migran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.