• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Generasi Z Punya Banyak Ke...

Generasi Z Punya Banyak Keunggulan, Orang Tua Diminta Kenali Karakteristik Anak

Kamis, 15 Mei 2025, 20:14 WIB

JAKARTA - Pakar Psikologi Klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yayi Suryo Prabandari, mengatakan, generasi Z memiliki banyak keunggulan seperti kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi, orientasi pada tujuan, dan rasa percaya diri yang besar. Dia meminta agar para orang tua mengenali karakteristik anak.

Dia menerangkan, generasi Z saat ini menjadi salah satu kelompok penduduk usia produktif yang paling dominan di Indonesia. Meski punya banyak keunggulan, mereka juga sangat rentan terhadap tekanan sosial dan emosional, terutama karena pengaruh media sosial yang begitu besar dalam kehidupan sehari-hari yang memicu memicu fenomena Fear of Missing Out (FOMO) yang berdampak pada kesehatan mental seperti kecemasan, stres, bahkan depresi.

Ket. Foto: Pakar Psikologi Klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yayi Suryo Prabandari saat mengisi seminar di UGM — Sumber: Istimewa

"Orang tua perlu membimbing anak dengan benar sesuai karakteristiknya," ujar Yayi, dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (15/5).

Dia menerangkan, anak-anak saat ini tidak hanya ingin 'menjadi seperti orang tua mereka', tetapi mencari jati diri dan jalan mereka sendiri. Maka, orang tua diharapkan tidak membandingkan masa lalu dengan masa kini, melainkan mencoba memahami realitas dan tantangan yang dihadapi anak-anak saat ini.

"Generasi Z sebenarnya senang diajak komunikasi, dan lebih baik dilakukan dengan cara diskusi dan dialog," jelasnya.

Yayi mengungkapkan, Generasi Z menunjukkan preferensi sendiri terhadap metode belajar yang personal, interaktif, dan berbasis teknologi. Mereka cenderung tidak tertarik pada metode ceramah konvensional dan lebih menyukai penggunaan Learning Management System (LMS), video interaktif, hingga platform digital menjadi media yang efektif dalam pembelajaran mereka.

"Jadi, salah satu kajian menunjukkan bahwa Generasi Z lebih suka pembelajaran berbasis grafik, tidak suka lecture. Kalau dosennya ngomongnya monoton menurutnya itu membosankan. Jadi mereka senang feedback dan lebih suka belajar yang di-custom," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.