Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konser 4 Dekade Dwiki Dharmawan, Transformasi Musisi Pembelajar

📅 Senin, 25 Agu 2025, 17:33 WIB | Oleh:
Konser 4 Dekade Dwiki Dharmawan, Transformasi Musisi Pembelajar Doc: ANTARA/HO
Ket. Musisi Dwiki Dharmawan tampil satu panggung bersama istrinya Ita Purnamasari dan anaknya Muhammad Fernanda Dharmawan dalam gelaran konser "The Musical Journey Of Dwiki Dharmawan" di Jakarta, Sabtu (23/8) malam.

JAKARTA - Lantunan musik mengalun dari balik piano menyeruak keheningan malam pada pergelaran "The Musical Journey Of Dwiki Dharmawan", Sabtu (23/8). Jemari Ici, panggilan kecil Dwiki Dharmawan, menari dengan lincah di atas tuts. Semua mata penonton seperti terbius oleh kepiawaiannya dalam memainkan alat musik melodis dengan ditekan tersebut.

Konser yang menandai 40 tahun perjalanan karier seorang Dwiki Dharmawan dibuka dengan penampilan solo nan apik. Perayaan empat dekade berkarya itu bukan hanya sekadar konser, melainkan sebuah perjalanan hidup yang dituturkan melalui nada. Bagaimana seorang anak didik Elfa Seciora pada 1982 menjelma menjadi maestro musik Indonesia.

Tak hanya diajak untuk menyusuri rekam jejak profesionalnya, yang dimulai dari Band Krakatau hingga kini, penonton juga diajak untuk bernostalgia melintasi zaman. Tak dipungkiri, sebagian besar penonton tumbuh dewasa diwarnai karya yang dihasilkan oleh seorang Dwiki Dharmawan.

Empat dekade berkarya bagi seorang Dwiki Dharmawan bukan hanya waktu, tapi perjalanan spiritual bagaimana sebuah karya seni dapat menebar manfaat pada sesama.

"Saya justru tidak sadar (berapa banyak karya yang dihasilkan selama 40 tahun berkarya), setelah tim saya mengumpulkan ternyata sudah ada 24 album dan lebih dari 100 lagu," kata Dwiki yang disambut dengan tepuk tangan penonton.

Inspirasinya dalam bermusik datang dari mana saja, mulai dari pasangan, keluarga, masyarakat hingga alam. Termasuk lagu ciptaannya yang berjudul Cintaku yang Terakhir dan ditulis liriknya oleh Sekar Ayu Asmara pada 1996. Lagu tersebut diciptakannya saat bulan madu di Amerika Serikat.

"Saat itu saya berkeyakinan bahwa Ita  (Ita Purnamasari) merupakan cinta yang terakhir, karena yang pertama hanya pada Allah SWT," ucapnya.

Sepanjang karier bermusiknya, ia banyak berkolaborasi bersama dengan sejumlah penulis lagu seperti Mira Lesmana, Sekar Ayu Asmara, Taufiq Ismail, Ags Arya Dipayana, dan lainnya.

Konser dibuka dengan penampilan apik Sandhy Sondoro yang membawakan lagu hits dari Band Krakatau yang dimotori Dwiki Dharmawan dan Pra Budi Dharma yang dirilis pada 1987.

Lagu populer itu terdengar rancak dibawakan musisi yang malang melintang di Eropa itu, berpadu dengan permainan keyboard Dwiki Dharmawan serta diiring musik orkestra. Bersama Andien, Sandhy juga membawakan lagu andalannya berjudul Malam Biru.

Tak hanya Sandhy dan Andien, sejumlah musisi ternama turut memeriahkan gelaran konser kolaborasi lintas generasi itu. Sebut saja Krisdayanti, Ruth Sahanaya, Once Mekel, Dira Sugandi, dan Ita Purnamasari. Lalu ada Putri Ariani, Dirly, Ivan Paulus, Jinan Laetitia, Shanna Shannon, hingga Awdella.

20250825173132_1756093127745.jpeg

Musisi Dwiki Dharmawan di studio musiknya di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Antara/HO-Indriani)

Penampilan spesial juga disuguhkan pemain biola berdarah Indonesia, Iskandar Widjaja, yang membawakan Melati dari Jaya Giri dan Sepasang Mata Bola melalui gesekan biolanya. Dwiki menyebut Sepasang Mata Bola merupakan lagu ciptaan Ismail Marzuki favorit ibunya.

Tak sekadar menyuguhkan penampilan yang memukau, konser yang juga interaktif yang menghadirkan 29 lagu. Sebanyak 80 persen diantaranya merupakan karya Dwiki. Tak hanya terpaku dibalik alat musik, ia juga bergerak lincah sesekali menjadi konduktor dan juga beraksi dengan gitarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.