Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PDAM Semarang Minta Warga Tak Termakan Isu Tak Benar soal Pasokan Air

📅 Sabtu, 23 Agu 2025, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
PDAM Semarang Minta Warga Tak Termakan Isu Tak Benar soal Pasokan Air Doc: ANTARA
Ket. Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Yudi Indardo, didampingi Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes (Pol) Artanto, saat meninjau Reservoir Siranda, Semarang, Jumat (22/8/2025).

SEMARANG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta masyarakat, khususnya pelanggan untuk tidak termakan isu di media sosial yang tidak benar terkait pasokan air bersih menyusul adanya temuan mayat di Reservoir Siranda.

Direktur Utama PDAM Kota Semarang, Yudi Indardo, Jumat (22/8), menegaskan bahwa Reservoir Siranda tidak difungsikan saat terjadi kasus itu.

Sejak Maret 2025, kata dia, Reservoir Siranda tidak digunakan lagi dan hanya difungsikan sebagai "back up" atau cadangan jika terjadi kejadian luar biasa dalam sistem pendistribusian air bersih PDAM Kota Semarang.

Ia menjelaskan pada 5 Juli 2025 Reservoir Siranda sempat dipakai karena PDAM Kota Semarang melakukan perbaikan utama, yakni pemasangan pipa meter besar di Semarang Barat.

"Itu pun hanya (dipakai) tujuh sampai delapan jam, dan setelah selesai, kami berhentikan. Kejadian (penemuan mayat) itu kan setelah tanggal 5 Juli ya," katanya.

Keluarga korban bernama Dion Kusuma Pratama (21) melaporkan kehilangan anggota keluarga pada tanggal 30 Juli 2025, dan mayat korban ditemukan di Reservoir Siranda pada 16 Agustus 2025.

Meski sudah tidak difungsikan, kata dia, petugas PDAM tetap melakukan pengecekan di Reservoir Siranda setiap hari, tetapi hanya sebatas pada bagian luar.

"Tapi pada saat nanti (Reservoir Siranda) mau difungsikan sebagai 'back up' baru nanti ada tim yang untuk mengkondisikan. Seperti pada saat 5 Juli lalu, itu saja terakhir," katanya.

Sedangkan Reservoir Siranda tetap diisi air meski tidak penuh sesuai kapasitas normalnya 3.750 meter kubik untuk menjaga agar bangunan peninggalan Belanda pada 1912 itu tidak rusak.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes (Pol) Artanto membenarkan bahwa rentang waktu kejadian penemuan mayat dengan penggunaan reservoir tersebut cukup lama.

Kepolisian menerima laporan kehilangan dari pihak keluarga pada 30 Juli 2025, dan menemukan petunjuk dari rekaman kamera CCTV yang berasal dari tanggal yang sama saat korban dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Dari CCTV sekitar terlihat pada awalnya korban berboncengan motor tiga orang. Korban turun, kemudian dua orang yang berboncengan beranjak pergi.

"Korban kemudian terlihat memanjat tembok pagar warga, namun tidak berhasil. Kemudian berjalan ke arah reservoir dan hilang dari monitor CCTV," katanya.

Saat ditelusuri, polisi menemukan korban di dalam reservoir, dan sampai saat ini masih mendalami kematian korban dengan meminta keterangan delapan orang saksi, serta mengautopsi jenazah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Ancaman pada Anak dan Perem...
Megapolitan
Ngeri, Buang Sampah Sembara...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.