Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PLTS Digadang Jadi Penopang Energi NTT, Energi Fosil Mulai Tersingkir?

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLTS Digadang Jadi Penopang Energi NTT, Energi Fosil Mulai Tersingkir? Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - PLTS Atap.

KUPANG - Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat strategis sebagai negara kepulauan yang terbentang di garis khatulistiwa, menjadikannya salah satu wilayah dengan intensitas sinar matahari tertinggi sepanjang tahun. Kondisi ini menghadirkan potensi besar untuk mengoptimalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). 

Dalam konteks energi berkelanjutan, PLTS bukan hanya menawarkan sumber daya yang bersih dan ramah lingkungan, tetapi juga solusi konkret untuk mengatasi keterbatasan pasokan listrik di daerah terpencil dan pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.

Secara ekonomi, pengembangan PLTS berpotensi mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang selama ini masih mendominasi bauran energi nasional. 

Dengan harga panel surya yang semakin kompetitif secara global, PLTS dapat menjadi alternatif yang lebih efisien dalam jangka panjang, sekaligus mengurangi beban subsidi energi impor. 

Dari sisi geopolitik energi, penguatan PLTS juga berarti memperkuat kedaulatan energi nasional, sehingga Indonesia tidak mudah terombang-ambing oleh fluktuasi harga minyak dunia.

Namun, optimalisasi PLTS menuntut kebijakan yang progresif, dukungan insentif fiskal, serta investasi dalam riset penyimpanan energi seperti baterai. Tanpa itu, potensi besar hanya akan berhenti pada wacana. 

Dengan sinar matahari yang nyaris tak terbatas, Indonesia sejatinya tidak kekurangan energi, melainkan hanya perlu keberanian untuk mengubah paradigma menuju masa depan energi terbarukan yang mandiri dan berkelanjutan.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena mengatakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi salah satu tulang punggung transisi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki oleh provinsi berbasis kepulauan itu.  

“Saat ini EBT kita baru 10 sampai 15 persen atau 42 megawatt, tetapi 'roadmap' kita jelas karena tambahan hingga 300 MW EBT hingga 2028 sehingga porsinya melonjak menjadi 42,6 persen,” katanya di Kupang Jumat (22/8).  

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan perkembangan pembangunan EBT yang ada di Nusa Tenggara Timur yang dinilai memiliki banyak sekali EBT.

Melki mengatakan NTT adalah tanah kaya potensi energi baru terbarukan. Saat ini NTT memiliki potensi angin mencapai 10.188 MW, air 369,5 MW, surya 60,13 GWp, bioenergi 746,8 MW, dan panas bumi 1.149 MW.

Lebih lanjut, ia mengatakan di tahun 2023, NTT bangun PLTS terpusat off-grid di 21 lokasi, tahun 2024 jumlah PLTS tersebar meningkat menjadi 226.

“Tahun depan kita rencanakan 47 unit PLTS baru yang akan menjangkau lebih banyak desa dan pulau kecil,” ujar Melki. 

Melki mengatakan contoh nyata keberhasilan inovasi itu, dapat disaksikan di Pulau Semau. Di pulau itu NTT membangun sistem pembangkit hibrid, perpaduan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 450 kWp dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel 1.380 kW. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.