PLTS Digadang Jadi Penopang Energi NTT, Energi Fosil Mulai Tersingkir?
📅 Jumat, 22 Agu 2025, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis“Hasilnya luar biasa kita bisa hemat bahan bakar hingga Rp1,17 miliar per tahun, dan mampu mengurangi emisi karbon sebesar 180 ton CO2 pada tahun 2024.” ujar dia.
Di tahun 2025 berdasarkan laporan, kontribusi energi terbarukan di Pulau Semau tetap stabil di kisaran 10–12 persen dan berhasil menurunkan konsumsi BBM sekitar 8 hingga 9 persen.
Menurut Melki, itu bukan sekadar angka, tetapi bukti nyata bahwa teknologi hijau mampu memberi manfaat ekonomi sekaligus melindungi lingkungan.
“Namun kita juga jujur mengakui,biaya investasi EBT masih tinggi. Membangun PLTS 'off-grid' memerlukan sekitar Rp130 juta per kWp, sementara membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi 1 MWe membutuhkan kurang lebih Rp48 miliar. Selain itu, kita masih harus terus meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap proyek-proyek ini baik panas bumi maupun PLTS terpusat,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itulah Melki mengatakan NTT bergerak dengan program-program strategis seperti PLTS dana alokasi khusus Infrastruktur EBT di Sumba, ACCESS Project di Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, serta Program MENTARI di Sumba Tengah yang telah melistriki ratusan rumah tangga dan fasilitas umum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!