Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Australia Berhasil Kembangkan Kulit Manusia Buatan Laboratorium Pertama

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 02:00 WIB | Oleh:
Peneliti Australia Berhasil Kembangkan Kulit Manusia Buatan Laboratorium Pertama Doc: istimewa
Ket. Abbas Shafiee (kiri) Peneliti Utama - Kami mengambil dan memprogram ulang sel kulit manusia menjadi sel punca, yang dapat diubah menjadi jenis sel apa pun dalam tubuh.

SYDNEY - Tim ilmuwan Australia berhasil mengembangkan kulit manusia buatan laboratorium pertama di dunia yang berfungsi penuh dengan sistem peredaran darahnya sendiri.

Tim peneliti menggunakan sel punca untuk mengembangkan kulit dengan pembuluh darah, kapiler, folikel rambut, saraf, lapisan jaringan, dan sel imun, yang membuka jalan bagi pengobatan penyakit kulit, luka bakar, dan cangkok kulit yang lebih baik, menurut pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/8) oleh Universitas Queensland (University of Queensland/UQ), Australia.

"Ini merupakan model kulit yang paling menyerupai kulit asli yang pernah dikembangkan di mana pun di dunia dan akan memungkinkan kami untuk mempelajari penyakit dan menguji pengobatan dengan lebih akurat," ujar Abbas Shafiee, peneliti utama studi itu yang juga merupakan ilmuwan rekayasa jaringan dan kedokteran regeneratif dari Institut Frazer UQ.

Tim itu memanfaatkan berbagai kemajuan terbaru dalam penelitian sel punca untuk menciptakan "organoid kulit" tiga dimensi sebelum merekayasa pembuluh darah berukuran kecil yang memungkinkan jaringan tersebut untuk berkembang seperti kulit manusia alami, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Wiley Advanced Healthcare Materials tersebut.

"Kami mengambil dan memprogram ulang sel kulit manusia menjadi sel punca, yang dapat diubah menjadi jenis sel apa pun dalam tubuh," tutur Shafiee, sembari menambahkan bahwa pengembangan model kulit itu membutuhkan waktu enam tahun.

Profesor Kiarash Khosrotehrani dari Institut Frazer UQ, salah satu penulis dalam studi itu, menyampaikan bahwa kulit yang direkayasa tersebut dapat menyempurnakan prosedur cangkok dan pengobatan terkait gangguan kulit inflamasi dan genetik seperti psoriasis, dermatitis atopik, dan skleroderma.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.