Penasihat Presiden Ajak Pengusaha Berinvestasi pada Energi Hijau di Indonesia

Jumat, 22 Agu 2025, 16:15 WIB

Jakarta - Penasihat Presiden Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro mendorong partisipasi internasional dan dunia usaha dalam upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia.

"Dengan dorongan pemerintah dan partisipasi dunia usaha, kita bisa menurunkan emisi karbon hingga 30 persen pada 2030, tetapi kalau ada dukungan luar negeri maka penurunan emisi karbon bisa sampai 40 persen bahkan lebih. Jadi dukungan luar negeri sangat penting," kata Purnomo ketika dijumpai di sela peluncuran Center of Excellence for Climate Finance Policy Research, Education, and Training, “RECLICKS,” di Jakarta, Jumat (22/8).

Ket. Foto: Penasihat Presiden Bidang Energi Purnomo Yusgiantoro memberi keterangan ketika dijumpai di sela peluncuran Center of Excellence for Climate Finance Policy Research, Education, and Training, “RECLICKS,” di Jakarta, Jumat (22/8). — Sumber: Antara

RECLIKS merupakan proyek kerja sama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) dan University of Waterloo dalam FINCAPES Project yang didanai Pemerintah Kanada, dalam rangka memperkuat kerangka kebijakan perubahan iklim (climate change) di Indonesia, terutama di sektor energi.

Melalui kerja sama riset dengan Waterloo University, lanjutnya, PYC juga fokus mendorong sektor energi untuk berpartisipasi dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia. Pasalnya, emisi karbon terbesar disebut berasal dari sektor energi.

“Jadi kita ingin sektor energi juga berpartisipasi dalam mengurangi emisi CO2, dan ini menjadi salah satu fokus kerja sama PYC dan Waterloo," ujar Purnomo.

Purnomo menyampaikan, riset yang dilakukan juga menyoroti dampak climate change bagi kesejahteraan rakyat, terutama dalam hal kebutuhan dasar (basic priority), yakni sandang, pangan, dan papan.

Sebagai negara berkembang, lanjutnya, masyarakat Indonesia masih fokus pada pemenuhan kebutuhan sandang, pangan, dan papan, sehingga tidak terlalu konsen dengan masalah lingkungan dan perubahan iklim.

Hal ini berbeda dengan negara-negara maju yang kesadaran masyarakatnya sangat tinggi untuk masalah lingkungan dan perubahan iklim, karena kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi.

"Jadi itu yang kita dorong, di samping riset soal perubahan iklim juga soal sandang, pangan, dan papan untuk kesejahteraan rakyat kita, karena bagaimana pun rakyat kita kan masih memikirkan kebutuhan dasar dalam hidup mereka," ujar Purnomo.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.