Langkah Strategis! Bank Mandiri Siapkan Buyback Rp1,17 Triliun dengan Kalkulasi Matang
Senin, 27 Okt 2025, 21:07 WIBJAKARTA â PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan waktu pelaksanaan pembelian kembali (buyback) saham sebesar Rp1,17 triliun, yang sebelumnya telah disetujui dalam RUSPT awal tahun, mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan dinamika pasar.
Aksi buyback akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 12 bulan sejak memperoleh persetujuan di dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUSPT) pada 25 Maret 2025 atau dapat dilaksanakan hingga 25 Maret 2026.
âDalam pelaksanaan dan menjalankan buyback ini, Bank Mandiri tentunya akan secara cermat mempertimbangkan kondisi makroekonomi dan juga dinamika pasar,â kata Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2025, di Jakarta, Senin (27/10).
Ari menambahkan, perseroan akan memilih waktu dan mekanisme pelaksanaan yang paling optimal. Dengan demikian, seluruh proses mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik.
Ia mengatakan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham serta mempertegas keyakinan terhadap prospek jangka panjang Bank Mandiri.
Selain itu, saham hasil buyback juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program kepemilikan saham bagi pegawai (employee stock ownership program) sebagai bentuk apresiasi, sekaligus dorongan bagi keterlibatan dan komitmen jangka panjang terhadap kinerja perusahaan.
Ari menyampaikan, pelaksanaan buyback dilakukan dengan tetap menjaga konsistensi dari kebijakan dividen, sesuai strategi dan indikator keuangan utama perseroan.
Pembagian dividen juga akan tetap mempertimbangkan berbagai indikator utama seperti kecukupan modal, kemudian juga kondisi likuiditas, rencana pertumbuhan bisnis, dan tentunya aspirasi dari pemegang saham.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini memastikan bahwa perseroan tetap mengedepankan disiplin tata kelola dan keterbukaan informasi yang konsisten dalam menjalankan komunikasi dengan investor.
Bank Mandiri konsisten mengedepankan komunikasi yang terbuka dan konstruktif, baik dengan investor lokal maupun global. Perseroan juga terus menjalin dialog bilateral dengan investor mayoritas maupun minoritas, bertujuan untuk memberikan nilai yang lebih kepada para pemegang saham.
Novita mengatakan, perseroan memiliki visi menjadi institusi finansial terbaik di Asia Tenggara. Dengan kekuatan DNA sebagai bank wholesale dan didukung oleh kekuatan kapabilitas digital, Bank Mandiri optimis bisa mencapai visi tersebut.
Apabila direfleksikan dalam sebuah target, ujar Novita, Bank Mandiri ingin mencapai return on equity (ROE) yang baik dan berkelanjutan di kisaran 20 persen baik secara jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang.
Per September 2025, Bank Mandiri mencatatkan kinerja yang solid secara fundamental. Kredit tumbuh 11 persen year on year (yoy), dengan rasio non-performing loan (NPL) gross secara bank only di level 1,03 persen. Sementara NPL coverage ratio di level 271 persen.
âJadi, secara fundamental, kondisi ini mencerminkan bahwa Bank Mandiri tetap berada dalam kondisi yang solid,â kata Novita pula.
- Aksi Korporasi
- Bank Mandiri
- buyback
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Playoff Piala Dunia 2026: Slovakia Andalkan Faktor Kandang, Kosovo Bidik Sejarah
-
Momen Idul Adha 1447 H, Bank Mandiri Salurkan 2.529 Hewan Kurban ke ratusan titik di seluruh Indonesia
-
Mandiri Macro and Market Brief 2026
-
Bank Mandiri Raih 4 Penghargaan SBSN 2025, Dominasi Pasar Syariah Makin Kuat
-
Bank Mandiri Bawa Semangat "More Than a Race" Lewat Livin Jakarta Run Road to MJM 2026
-
Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Hadirkan Livin’ Call Bebas Pulsa Lewat Livin’ by Mandiri
-
Netflix Konfirmasi Sekuel Film Serial "Peaky Blinders"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.