Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Genjot Transformasi Digital, Kopdes Ajukan Pembiayaan Wajib Melalui Microsite

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Genjot Transformasi Digital, Kopdes Ajukan Pembiayaan Wajib Melalui Microsite Doc: antara
Ket. Ekonomi Kerakyatan - Kopdes Ajukan Pembiayaan Wajib Melalui Microsite

JAKARTA - Pemanfaatan platform Microsite Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih kini menjadi syarat wajib bagi koperasi untuk bisa mengakses dukungan pemerintah, terutama untuk pembiayaan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong transformasi digital dan meningkatkan kredibilitas koperasi.

"Koperasi Desa yang belum masuk microsite tidak bisa mengajukan pembiayaan," kata Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi dalam Rapat Koordinasi (Rakor) di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/8), dikutip dari keterangan pers.

Dia menambahkan microsite bukan hanya sekadar pendataan, melainkan juga alat untuk membangun transparansi dan akuntabilitas.

Hingga 18 Agustus 2025, tercatat 80.605 unit Kopdes sudah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 35.343 unit koperasi telah memiliki akun microsite, dengan 2.921 unit di antaranya sudah memperbarui data.

Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah akun microsite tertinggi, mencapai 4.670 unit Kopdes. Namun, Budi Arie menyoroti perlunya percepatan pembaruan data.

"Ini menunjukkan perlunya percepatan sosialisasi dan pendampingan agar tidak hanya banyak yang terdaftar," katanya.

Menurutnya, data yang tercatat dalam microsite dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan dana dan meningkatkan kredibilitas di mata perbankan, BUMN, dan mitra usaha lainnya. Dengan rekam jejak digital yang jelas, lembaga pembiayaan akan lebih percaya untuk menyalurkan modal ke koperasi.

Selain sebagai syarat pembiayaan, platform microsite juga berfungsi sebagai sarana promosi potensi dan produk desa. Microsite dapat memperkuat tata kelola digital koperasi dan mempermudah integrasi dengan berbagai program pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Budi Arie juga menekankan keterhubungan microsite dengan BUMN, marketplace UMKM, dan lembaga keuangan akan membuka peluang besar bagi koperasi untuk meningkatkan daya saing. Akses pasar dan permodalan menjadi lebih luas karena koperasi kini memiliki identitas digital yang diakui secara resmi.

Selain itu, keberadaan satuan tugas wilayah juga menjadi kunci percepatan digitalisasi ini, membantu ribuan koperasi dalam proses sinkronisasi data.

Dalam jangka panjang, pemerintah berharap microsite menjadi pondasi untuk membangun ekosistem koperasi modern yang mampu beradaptasi dengan era digital. Upaya ini juga menjadi bagian dari strategi besar mewujudkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.