Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNN Perkuat Kerjasama dengan Myanmar untuk Berantas Narkoba

📅 Jumat, 22 Agu 2025, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNN Perkuat Kerjasama dengan Myanmar untuk Berantas Narkoba Doc: Antara
Ket. Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom (kedua kiri) memperlihatkan alat bukti narkotika saat konferensi pers di Kantor BNN RI, Jakarta, Jumat (22/8).

Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kerja sama dengan pemerintah Myanmar sebagai upaya mencegah peredaran gelap narkoba, khususnya masuknya sindikat antarnegara barang haram itu ke Indonesia.

“BNN telah memperkuat jalinan kerja sama dengan aparat penegak hukum Myanmar yang kita kenal saat ini tempat produksi secara masif narkoba di wilayah Asia Tenggara,” kata Kepala BNN Komjen Pol. Marthinus Hukom di Jakarta, Jumat (22/8).

Menurut dia, penguatan kerja sama itu untuk memudahkan koordinasi dan pertukaran informasi guna memutus urat nadi pergerakan aktivitas jaringan sindikat “segitiga emas” yang akan menyelundupkan narkoba ke Indonesia.

“Melalui penguatan kerja sama ini diharapkan aktivitas penyelundupan narkoba dari kawasan golden triangle dapat dicegah sejak dari sentra kawasan produksi tersebut,” katanya.

Segitiga emas yang dimaksud Kepala BNN adalah jaringan sindikat penyelundupan narkoba dari negara-negara tetangga: Myanmar, Thailand, dan Laos.

Di samping itu, Marthinus mengajak semua elemen bangsa, mulai dari pimpinan kementerian/lembaga hingga kepala desa dan lurah, untuk semakin menguatkan tekad dalam melindungi masyarakat dari tipu daya sindikat narkoba.

“Selalu waspadai adanya para pengkhianat bangsa yang secara sadar maupun tidak sadar berniat menghancurkan sesama anak bangsa dengan melibatkan diri dalam sindikasi peredaran gelap narkoba demi meraih keuntungan finansial semata,” katanya.

Dia pun mengimbau aparat penegak hukum agar senantiasa mendengarkan suara hati nurani dan bata batin dalam menindaklanjuti kasus narkoba. Penegak hukum diminta tidak terpedaya dengan nilai mata uang yang menggelapkan nurani dan pikiran.

Dijelaskan pula oleh Kepala BNN, terdapat 10 wilayah yang terindikasi sebagai jalur masuk paling rawan penyelundupan dan peredaran gelap narkoba, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan wilayah pesisir barat pantai Sulawesi.

“Berdasarkan data tersebut, BNN bersama-sama instansi lainnya akan mengintensifkan operasi di wilayah-wilayah tersebut untuk menekan dan memutus jalur peredaran penyelundupan dan peredaran gelap narkoba dari hulu sampai ke hilir, khususnya untuk mencegah pengiriman narkoba dari luar negeri,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Rona
Kewirausahaan Bisa Menjadi ...

Para Unggulan Belum Hadapi Kesulitan di Grand Slam Wimbledon

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Para Unggulan Belum Hadapi ...

Warga Diawasi dari Paparan Asap TPA Jatiwaringin

43 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Warga Diawasi dari Paparan ...

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Nasional
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD...
Nasional
Hortikultura Dongkrak Nilai...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.