Para Pemimpin Eropa akan Bergabung dengan Zelensky Bertemu Trump
📅 Senin, 18 Agu 2025, 09:59 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: NYT
BRUSSELS - Para pemimpin Eropa mengatakan akan bergabung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin 18 Agustus 2025 di Gedung Putih, saat mereka mencoba menemukan cara untuk mengakhiri serangan Russia.
Presiden Trump bertemu dengan Presiden Russia Vladimir Putinpada hari Jumat (15/8) tetapi pembicaraan itu gagal menghasilkan terobosan apa pun terkait gencatan senjata – meskipun utusan Gedung Putih Steve Witkoff mengatakan kedua pemimpin telah sepakat memberikan "jaminan keamanan yang kuat" kepada Ukraina.
Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen memuji berita tersebut tetapi Zelenskyy, yang berbicara bersamanya pada konferensi pers di Brussels, menolak gagasan Russia menawarkan jaminan keamanan bagi negaranya.
"Apa yang dikatakan Presiden Trump tentang jaminan keamanan jauh lebih penting bagi saya daripada pemikiran Putin, karena Putin tidak akan memberikan jaminan keamanan apa pun," ujarnya.
Zelensky kemudian mengatakan di media sosial bahwa tawaran AS mengenai jaminan keamanan adalah "bersejarah".
Sebaiknya Anda baca juga:
Moskow Kecam Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang akan mengambil bagian dalam pertemuan di Washington bersama von der Leyen dan lainnya, mengatakan para pemimpin Eropa akan bertanya tentang sejauh mana jaminan keamanan yang ditawarkan kepada Ukraina dalam setiap perjanjian damai.
Mengenai posisi Moskow, ia berkata: "Hanya ada satu negara yang mengusulkan perdamaian yang merupakan kapitulasi: Russia."
Sebaiknya Anda baca juga:
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Russia Maria Zakharova menyebut pernyataan itu sebagai "kebohongan besar" dalam sebuah pernyataan di Telegram pada Minggu (17/8) malam.
Moskow telah mengusulkan "resolusi damai" atas konflik tersebut selama tujuh tahun berdasarkan ketentuan Perjanjian Minsk, katanya.
Macron, tambahnya, berusaha meyakinkan Ukraina bahwa mereka bisa menang di medan perang meskipun ia tahu bahwa itu "mustahil".
Pertemuan yang Produktif
Trump, yang setelah pertemuan di Alaska berubah pikiran dengan mengatakan bahwa ia kini mengupayakan kesepakatan damai alih-alih gencatan senjata, pada hari Minggu mengunggah postingan berbunyi: "KEMAJUAN BESAR BAGI RUSSIA. TETAP TERUSKAN!" di platform Truth Social miliknya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Fokus mendadak Trump pada kesepakatan damai sejalan dengan sikap yang telah lama diambil oleh Putin, yang dikritik oleh Ukraina dan sekutunya di Eropa sebagai cara Putin mengulur waktu sambil mencoba memperoleh keuntungan di medan perang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!