Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025

4 Minggu, 07 Sep 2025, 19:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 Doc: Antara Foto
Ket. Para Bundo Kanduang (tokoh adat perempuan) menampilkan songket pada event SISSCa 2025 di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI Erwita Dianti menilai ajang Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 menjadi ruang untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam menguatkan sektor pariwisata di tanah air.

"Kemenpar sangat mendukung 'event' ini sebagai bagian dari program strategis penguatan 'event' agar pariwisata Indonesia berkembang menjadi destinasi pariwisata di dunia," kata Erwita Dianti di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, Minggu.

Selain itu, Erwita mengatakan SISSCa pada hakikatnya juga merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat di Kota Sawahlunto dan sekitarnya dari sektor pariwisata.

Menurut dia, upaya dalam memperkuat sektor pariwisata secara langsung maupun tidak akan memberikan dampak positif pula terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

"Karena salah satu strategi yang efektif untuk mendapatkan wisatawan adalah melalui penyelenggaraan 'event' yang berkualitas," ujar dia.

Apalagi dengan potensi yang dimiliki Kota Sawahlunto yakni songket silungkang, salah satu warisan Nusantara dengan motif yang indah dan penuh makna.

"Songket silungkang telah menjadi perpaduan antara estetika filosofi dan identitas budaya Minang itu sendiri," tambah dia.

Sementara itu, Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan penyelenggaraan SISSCa 2025 yang berlangsung 5-7 September 2025 merupakan yang Ke-11.

Kegiatan ini bukan sekadar perayaan atau parade karnaval saja, melainkan sebuah bentuk penghargaan tertinggi terhadap warisan budaya nenek moyang yang tidak ternilai harganya yaitu kain songket.

"Songket dengan setiap benangnya yang terjalin adalah cerminan dari identitas sejarah dan keindahan, setiap motifnya memiliki makna filosofis yang mendalam," kata dia.

Wali Kota Sawahlunto: Songket cerminan dari identitas sejarah

Wali Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar) Riyanda Putra mengatakan songket silungkang yang telah menjadi warisan budaya tak benda nasional merupakan salah satu cerminan dari identitas sejarah.

"Setiap benang yang terjalin adalah cerminan dari identitas sejarah dan keindahan," kata Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra dalam rangkaian Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) 2025 di Kota Sawahlunto, Minggu.

Riyanda menjelaskan setiap motif songket memiliki makna filosofis yang mendalam termasuk menceritakan kisah tentang alam, tradisi dan spritualitas. Oleh sebab itu, songket sejatinya merupakan aset daerah Sawahlunto yang harus terus dijaga dan dilestarikan bersama.

Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Sawahlunto untuk melestarikan dan mempromosikan songket silungkang ialah melalui event SISSCa 2025. Kegiatan yang masuk dalam 110 Kharisma Event Nusantara (KEN) pada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu, pemerintah setempat ingin menunjukkan kepada dunia bahwa songket bukan sekadar selembar kain, melainkan sebuah karya seni yang hidup, dinamis dan relevan di era modern.

Selain itu, SISSCa juga menjadi kesempatan bagi para pengrajin setempat untuk memamerkan kreativitas mereka. Kemudian bagi generasi muda dapat menjadi wadah untuk lebih mengenal serta mencintai warisan budaya sendiri.

"Karnaval ini diharapkan mampu memperkaya khazanah budaya dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui industri kreatif," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar RI Erwita Dianti mengatakan event SISSCa bukan hanya sekadar kegiatan selebrasi namun upaya mengenalkan budaya Nusantara ke kancah internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Ekonomi
Produksi minyak cengkih men...

PSMS Medan tahan imbang Persija Jakarta

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
PSMS Medan tahan imbang Per...

Produksi wayang kulit di Bantul

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Produksi wayang kulit di Ba...
Advertisement
Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.