Menlu Jerman Desak Tekanan Lebih Kuat ke Rusia, Dukung Jaminan Keamanan bagi Ukraina
📅 Senin, 18 Agu 2025, 20:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA – Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada Senin menyerukan peningkatan tekanan internasional terhadap Rusia. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut harus disertai dengan tambahan bantuan bagi Ukraina agar Moskow terdorong membuat konsesi menuju "perdamaian yang adil dan abadi."
Pernyataan itu disampaikan Wadephul saat berkunjung ke Tokyo, bertepatan dengan persiapan Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bersama para pemimpin Eropa, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz. Pertemuan di Washington tersebut menyusul pembicaraan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada Jumat lalu.
“Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa seluruh dunia kini menatap Washington,” ujar Wadephul dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya.
Menurutnya, dukungan nyata dari komunitas internasional akan menentukan arah negosiasi dan kestabilan kawasan Eropa Timur.
Ia menekankan pentingnya jaminan keamanan yang kuat bagi Kyiv.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ukraina harus mampu mempertahankan dirinya secara efektif bahkan setelah gencatan senjata dan perjanjian damai ditegakkan,” katanya.
Wadephul menegaskan bahwa konsistensi dukungan Barat akan menjadi kunci agar Ukraina tidak kembali terancam agresi Rusia.
Sehari sebelumnya, Merz bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan sejumlah pemimpin Eropa lainnya telah bertemu untuk menyatakan solidaritas penuh terhadap Zelenskiy. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat posisi Ukraina menjelang agenda utama di Gedung Putih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Eropa menyambut baik pembahasan AS mengenai jaminan keamanan jangka panjang untuk Ukraina. Namun, mereka menekankan bahwa Kyiv harus selalu dilibatkan dalam setiap perundingan terkait teritorial dan perlindungan wilayahnya.
“Tanah yang tersisa di bawah kendali Ukraina harus dijaga sepenuhnya,” tegas pernyataan tersebut.
Pertemuan di Washington dipandang krusial karena akan menentukan arah dukungan Barat terhadap Ukraina, termasuk dalam hal bantuan militer, ekonomi, dan strategi diplomatik menghadapi Rusia. Para analis menilai, hasil diskusi ini berpotensi memperkuat posisi Kyiv sekaligus menekan Moskow agar lebih serius mempertimbangkan jalur diplomasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!