Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Desak Pemerintah Tak Main-main Urus Pasokan Beras Nasional

📅 Senin, 18 Agu 2025, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Desak Pemerintah Tak Main-main Urus Pasokan Beras Nasional Doc: ANTARA/ Harianto
Ket. Komoditas beras yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

JAKARTA – Pemerintah perlu mengambil langkah hati-hati dalam mengelola pasokan beras nasional menyusul berkurangnya ketersediaan beras premium di sejumlah ritel modern.

Situasi ini tidak hanya menimbulkan potensi gejolak harga, tetapi juga menggeser pola distribusi beras di masyarakat. Kekosongan stok di pasar ritel modern justru membuka peluang baru bagi penggilingan padi kecil dan pasar tradisional untuk mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Jika dikelola dengan tepat, kondisi ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi pelaku usaha kecil di sektor perberasan, mendorong diversifikasi saluran distribusi, serta mengurangi ketergantungan masyarakat pada jaringan ritel besar.

Namun demikian, pemerintah tetap dituntut untuk menjaga keseimbangan agar keterbatasan pasokan tidak berujung pada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat.

“Selama ini, penggilingan besar menikmati keunggulan economies of scale, yakni kemampuan menekan biaya produksi per unit karena kapasitas yang besar. Kondisi ini sering membuat penggilingan kecil terpinggirkan,” kata Anggota Komisi IV DPR RI Rina Sa'adah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/8).

Namun, dia berpendapat, tetap dibutuhkan kewaspadaan agar momentum ini tidak menimbulkan risiko bagi perekonomian secara luas.

Dengan kembalinya peran penggilingan kecil, distribusi manfaat ekonomi bisa lebih merata ke petani dan pasar tradisional.

Akan tetapi, dia menilai ada ruang risiko inefisiensi, fluktuasi harga, serta ketidakseragaman kualitas beras yang harus diantisipasi.

Rina merinci terdapat tiga hal pokok yang perlu menjadi perhatian pemerintah.

Pertama, mendukung modernisasi penggilingan kecil agar mampu menghasilkan beras dengan mutu yang lebih seragam.

Kedua, menjaga stabilitas harga gabah dan beras melalui cadangan pemerintah serta intervensi tepat waktu.

Ketiga, memastikan distribusi dan logistik berjalan efisien agar stok beras melimpah dapat tersalurkan merata ke seluruh daerah.

Ia menambahkan, dengan pengawasan ketat dan tata kelola yang baik, Indonesia bisa menyeimbangkan efisiensi penggilingan besar dan pemerataan manfaat penggilingan kecil.

“Tujuannya jelas yaitu harga beras yang stabil, petani yang sejahtera, serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga,” tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...

Kamar Kos Jadi Lokasi Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Mahasiswi

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.