Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bandung Zoo, Ekonom Kritik Pengelolaannya: Dasarnya Harus Pasti!

📅 Senin, 18 Agu 2025, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bandung Zoo, Ekonom Kritik Pengelolaannya: Dasarnya Harus Pasti! Doc: ANTARA/ Ricky Prayoga
Ket. Arsip - Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo di Jalan Tamansari, Kota Bandung.

BANDUNG – Penyelesaian masalah di Kebun Binatang Bandung sangat penting karena melibatkan kesejahteraan satwa, kelestarian lingkungan, dan kepentingan masyarakat.

Konflik pengelolaan yang berkepanjangan dan masalah hukum yang membelit kebun binatang ini telah berdampak negatif pada satwa, dengan beberapa di antaranya dilaporkan mati akibat kurangnya perawatan.

Selain itu, kebun binatang juga memiliki fungsi edukasi, penelitian, dan konservasi yang perlu dijaga.

Ekonom dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengungkapkan, terkait persoalan yang tengah membelit Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) harus ada kejelasan legal pengelola termasuk di masa transisi saat permasalahan itu tengah diselesaikan.

Pengelola yang ditunjuk, kata Acuviarta, harus yang memiliki legal standing jelas dan berlandaskan hukum yang kuat, sehingga seluruh hak yang melekat pada Kebun Binatang Bandung bisa terpenuhi.

"Jadi harus clear dulu persoalan masalah hukumnya, sambil berproses ditentukan dulu dalam masa transisi siapa pengelola dengan aturan yang jelas, karena kan di objek wisata ini ada hak Pemkot Bandung, hak masyarakat juga, karenanya harus ada yang bertanggung jawabnya," kata Acuviarta di Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8).

Di sisi lain, menurut Acuviarta, Pemkot Bandung tidak memiliki sumber daya dan instrumen untuk mengelola Kebun Binatang, sehingga penunjukan pengelola dengan dikerjasamakan adalah jalan terbaik.

"Saya kira sepanjang legal standingnya bagus, perjanjiannya bagus enggak masalah itu dikerjasamakan. Karena kalau dikelola Pemkot juga mungkin nantinya bukan tambah bagus, malah bisa jadi tambah buruk karena kendala sumber daya tadi," ujarnya.

Terkait Bandung Zoo yang sekarang ditutup sampai waktu yang belum ditentukan, menurut Acuviarta akan berdampak potensi pendapatan Kota Bandung yang senilai Rp500 juta hingga Rp1 miliar per bulan, kemungkinan hilang.

Akan tetapi menurutnya yang lebih penting adalah kejelasan pengelolaan, karena dengan demikian nilai ekonomi Bandung Zoo ke depannya bisa ditingkatkan untuk pendapatan daerah serta mengakomodir ruang terbuka bagi masyarakat.

"Tetapi kan bukan masalah besar kecilnya ya bahwa kemudian Kebun Binatang itu harus bagus dulu gitu kan ya. Dengan adanya pengelola yang jelas, nanti mungkin kewajiban ke daerah per tahun untuk awal itu bisa diinvestasikan untuk ditingkatkan dulu biar bertambah bagus kebun binatang, nah di situ kan tentu ya nilai ekonominya akan semakin besar kan begitu," ucap Acuviarta.

Sebelumnya, kasus korupsi Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) saat ini tengah disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Atas kasus hukum yang membelit, Pemerintah Kota Bandung memutuskan untuk menutup fasilitas itu dalam waktu yang belum ditentukan. Untuk pemeliharaan hewan, Pemkot menunjuk Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.