Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagi Reza Rahardian, Kemerdekaan Itu Kebebasan Berpikir dan Berpendapat

📅 Sabtu, 16 Agu 2025, 13:50 WIB | Oleh:
Bagi Reza Rahardian, Kemerdekaan Itu Kebebasan Berpikir dan Berpendapat Doc: Antara
Ket. Aktor Reza Rahadian saat menghadiri acara jelang pertunjukan teater Bunga Penutup Abad di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

JAKARTA - Aktor sekaligus sutradara, Reza Rahadian menilai makna kemerdekaan tidak hanya berhenti pada pengakuan sejarah, tetapi juga menyangkut pemenuhan hak-hak sipil dan kebebasan berpikir.

“Buat saya makna kemerdekaan itu sangat relate dengan pemenuhan hak-hak sipil, kemudian juga bermakna atas kebebasan berpikir dan berpendapat,” ujar Reza di Jakarta, Jumat.

Reza menyampaikan, meskipun Indonesia secara historis telah merdeka sejak 17 Agustus 1945, pemerataan manfaat kemerdekaan masih menjadi tantangan.

By default kita memang bangsa yang merdeka. Secara sejarah itu faktanya, tapi apakah pemerataan tentang kemerdekaan itu sudah bisa dinikmati oleh semua orang? Itu pertanyaan yang berbeda,” jelasnya.

Reza menilai setiap zaman memiliki tantangan dan pekerjaan rumah (PR) tersendiri untuk memperluas jangkauan kemerdekaan secara merata.

Dalam hal ini, peran pemerintah menjadi krusial untuk mendorong pemerataan tersebut di berbagai sektor.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang menurut saya setiap zaman akan memiliki PR-nya sendiri. Nah itu fungsi pemerintah untuk kemudian mendorong adanya pemerataan,” ujarnya.

Sebagai pelaku seni, Reza juga menyoroti pentingnya peran budaya dan kreativitas dalam mendukung kemajuan bangsa.

Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, ia berharap dunia seni mendapatkan perhatian yang lebih serius, mengingat potensinya yang besar bagi pembangunan nasional.

“Harapannya di bidang seni, ya tentu bagaimana agar seni bisa dilihat sebagai sesuatu yang sangat potensial untuk mendukung kemajuan bangsa ini,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.