Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Porang Lombok Timur Tembus Rp11.000/Kg, Investor Mulai Melirik

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 02:30 WIB | Oleh:
Porang Lombok Timur Tembus Rp11.000/Kg, Investor Mulai Melirik Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Lombok Timur
Ket. Bupati Lombok Timur, Provinsi NTB Haerul Warisin (Tengah) saat meresmikan pembangunan pabrik porang di Lombok Timur, Kamis (14/8).

MATARAM - Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin meresmikan pembangunan pabrik Industri Kecil dan Menengah (IKM) Porang, yang diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah setempat.

"Pembangunan pabrik ini untuk mendukung pengembangan potensi tanaman porang dan mampu menghasilkan tepung porang," kata Haerul Warisin saat acara peresmian pabrik porang di Lombok Timur, Kamis.

Ia mengatakan pabrik ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani atau masyarakat.

"Dulu porang sering dianggap tanaman liar yang terabaikan, namun kini telah menjadi komoditas dengan harga yang mengalahkan beras, mencapai Rp11.000 per kilogram," katanya.

Ia berharap para petani porang di NTB tidak lagi tergoda menjual hasil panen ke luar daerah melalui broker, namun dapat memenuhi kebutuhan bahan baku di pabrik porang tersebut.

"Pabrik ini menampung dengan harga yang menyesuaikan. Kalau ada yang jual Rp7.000, kami beli Rp8.000. Kalau ada yang jual Rp9.000, beli Rp10.000 per kilogram," katanya.

Pemerintah daerah akan mengalokasikan anggaran pada 2026 untuk pembelian bibit porang dalam rangka mendukung perluasan lahan tanam.

Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pasokan bahan baku pabrik dapat terpenuhi dan menjadikan porang sebagai salah satu pilar utama perekonomian di Lombok Timur.

"Dengan beroperasinya pabrik ini, diharapkan para petani porang dapat lebih bersemangat dalam budidaya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Timur Azlan mengatakan pabrik porang ini dibangun dengan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian dan APBD, sehingga dilengkapi fasilitas lengkap.

"Selain ruang produksi, pabrik juga memiliki gudang penyimpanan, mesin pengering, dan laboratorium," katanya.

Untuk memastikan operasional berjalan optimal, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta yang bertindak sebagai pembeli hasil olahan porang.

"Lombok Timur memiliki potensi besar dalam pengembangan porang. Komoditas ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, baik untuk pasar domestik maupun ekspor," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.