Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Museum Gedung Juang Tambun Bekasi Dipadati Pengunjung, Ada Apa?

📅 Jumat, 15 Agu 2025, 07:53 WIB | Oleh:
Museum Gedung Juang Tambun Bekasi Dipadati Pengunjung, Ada Apa? Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Museum Gedung Juang 45 di Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat tutup operasional pada Kamis menjelang senja.

KABUPATEN BEKASI - Museum Gedung Juang 45 di Kecamatan Tambun Selatan kembali dipadati pengunjung dan menjadi destinasi favorit masyarakat dari berbagai kalangan menjelang peringatan Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi serta HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Museum ini tidak hanya menawarkan wisata sejarah tetapi juga menjadi sarana edukasi yang menarik bagi siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA," kata pemandu wisata Museum Gedung Juang 45 Wiki di lokasi, Kamis.

Dia mengatakan museum bersejarah ini sudah dipadati pengunjung sejak awal pekan ini dan semakin ramai menjelang Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi tepat pada 15 Agustus 2025.

"Sejak pagi sudah ramai, semakin siang hingga sore sebelum tutup semakin ramai. Mayoritas pelajar, sebagian masyarakat umum, ada pula yang berasal dari luar daerah. Mungkin mereka juga ada yang ingin napak tilas," katanya.

Wiki menjelaskan museum ini dibuka untuk umum setiap Selasa-Minggu mulai pukul 08.00-16.00 WIB kecuali Jumat yang beroperasi lebih singkat yakni hingga pukul 12.00 WIB, sementara Senin dan hari libur nasional, museum ditutup.

"Pengunjung cukup datang dan melakukan registrasi tanpa dipungut biaya alias gratis," katanya.

Ia mengaku setelah direvitalisasi pada tahun 2021 oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi, Museum Gedung Juang 45 kini hadir dengan sejumlah fasilitas modern berbasis teknologi digital.

Pengunjung dapat menikmati bioskop mini yang menayangkan beragam film sejarah, mengakses informasi melalui smart table, hingga merasakan pengalaman menarik di sinema tiga dimensi.

Selain teknologi canggih, museum ini juga memamerkan berbagai artefak asli sejarah Kabupaten Bekasi yang disimpan rapi dalam kotak kaca. Pengelola museum ini melarang pengunjung untuk mengambil foto serta video di area pameran guna menjaga kelestarian artefak.

"Museum ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti musala, toilet, tempat duduk santai, kafe serta area pelaku UMKM yang menjual produk lokal khas Kabupaten Bekasi," katanya.

Pengunjung asal Cikarang Selatan Dira (26) mengaku sangat menikmati kunjungan ke museum ini sebab fasilitas yang disediakan pemerintah daerah sangat berkualitas serta memadukan unsur teknologi modern.

"Museum Gedung Juang 45 bukan hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga ruang belajar yang menghibur dan mudah diakses masyarakat, khususnya warga Kabupaten Bekasi," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Reza Rahadian Garap Film Pa...
Olahraga
Daftar 14 Perenang Indonesi...
Luar Negeri
70 Ribu Migran yang Masuk k...

Update Kebakaran Hutan Gunung Bromo: Hampir 8 Hektare Hangus

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Update Kebakaran Hutan Gunu...

Menkeu: Pemerintah Serius Kembangkan Mobil Listrik

Menkeu: Pemerintah Serius Kembangkan Mobil Listrik

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.