Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Macet, Saatnya Beralih ke Kereta Api

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 23:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Macet, Saatnya Beralih ke Kereta Api Doc: ANTARA FOTO/Tri Meilani Ameliya
Ket. Ilustrasi - Penumpang menunggu kedatangan KRL Commuter Line Manggarai-Bogor di Stasiun Manggarai, Jakarta.

JAKARTA – Kereta api memiliki sejumlah manfaat dan keunggulan yang menjadikannya moda transportasi strategis bagi mobilitas masyarakat.

Salah satu nilai utamanya adalah kemampuannya mengurangi kemacetan lalu lintas, karena mampu mengangkut penumpang dan barang dalam jumlah besar secara efisien tanpa membebani jalan raya.

Selain itu, kereta api menawarkan ketepatan waktu yang lebih terjaga, biaya perjalanan yang relatif terjangkau, serta dampak lingkungan yang lebih rendah dibandingkan transportasi berbasis kendaraan bermotor.

Keunggulan-keunggulan ini menjadikan kereta api bukan hanya solusi mobilitas, tetapi juga bagian penting dari upaya membangun sistem transportasi berkelanjutan.

"Kereta api itu mempunyai benefit. Kereta api itu memang jelas, pertama sangat nyaman di keselamatan. Kemudian, mampu mengurai kemacetan dikarenakan sifat moda transportasi kereta api adalah massal," ujar Wakil Ketua Forum Transportasi Jalan dan Perkeretaapian (TransJAKA) Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang di Jakarta, Kamis (14/8).

Dengan kapasitas angkutnya yang besar, kereta api bisa mengangkut banyak penumpang seperti kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dan kereta api antarkota atau kereta api jarak jauh (KA JJ).

Dengan demikian, keunggulan yang dimiliki oleh kereta api tersebut bisa mengurai kemacetan baik di jalan tol maupun nontol.

"Terkait masalah karbon, jelas kereta api sangat ramah lingkungan apalagi kalau lokomotifnya dijalankan dengan tenaga listrik seperti light rail transit (LRT). Jadi, kereta itu sangat ramah lingkungan," kata Deddy.

Di samping itu, keunggulan lainnya dari moda transportasi kereta adalah jadwal atau waktu perjalanan kereta bisa diperkirakan sehingga dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan.

"Inilah sebenarnya mengapa kita memang harus menggunakan moda transportasi (kereta api)," kata Deddy.

Sementara itu, Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa keberadaan transportasi publik, terutama kereta api Commuter Line, terbukti berkontribusi positif dalam mengurangi kemacetan di jalan raya.

"Salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap penurunan angka kemacetan ini adalah integrasi layanan transportasi publik yang semakin efisien dan mudah diakses oleh masyarakat luas," ujar Anne.

Kemacetan di Jakarta, berdasarkan penelitian TomTom International BV, pada 2023 tercatat berada di peringkat ke-3 di Indonesia, namun kini turun menjadi ke-5.

Indeks rata-rata kemacetan sebesar 43 persen terjadi pada pukul 07.00-09.00 WIB dan 17.00-19.00 WIB, yang dikenal sebagai rush hour.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.