Jelang Pertemuan Trump-Putin, Zelensky di London Bertemu PM Inggris Keir Starmer

Kamis, 14 Agu 2025, 15:21 WIB

LONDON - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky akan bertemu dengan sekutunya Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London pada Kamis (14/8) menjelang pertemuan puncak penting AS-Rusia di Alaska.

Zelensky dijadwalkan tiba pukul 9.30 pagi (08.30 GMT) di Downing Street, kata Kantor Perdana Menteri Inggris, setelah Starmer pada hari Rabu menegaskan ada peluang "yang layak" untuk gencatan senjata Ukraina. 

Ket. Foto: PM Inggris, Sir Keir Starmer (Kanan) dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berjabat tangan dalam pertemuan bilateral di 10 Downing Street, London pada 1 Maret 2025. — Sumber: China Daily

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Russia Vladimir Putin akan bertemu besok, Jumat (15/8), di sebuah pangkalan udara di negara bagian paling utara AS, pertama kalinya pemimpin Russia diizinkan berada di tanah Barat sejak invasi Februari 2022 ke Ukraina yang telah menewaskan puluhan ribu orang.

Meningkatnya serangan Russia, dan fakta bahwa Zelensky tidak diundang ke pertemuan Anchorage pada hari Jumat, meningkatkan kekhawatiran bahwa Trump dan Putin dapat mencapai kesepakatan yang memaksakan konsesi yang menyakitkan pada Ukraina.

Di dekat garis depan hari Kamis, Ukraina menembakkan puluhan pesawat tak berawak ke Russia sepanjang malam hingga dini hari, melukai tiga orang dan memicu kebakaran termasuk di kilang minyak di kota selatan Volgograd. 

Kyiv menyebut serangan itu sebagai pembalasan yang adil atas serangan rudal dan pesawat tak berawak harian Moskow terhadap warga sipilnya sendiri.

Dengan taruhan yang begitu tinggi, semua pihak berusaha keras beberapa jam sebelum pertemuan hari Jumat.

Pertemuan Tiga Arah? 

Zelensky, yang menolak menyerahkan wilayah kepada RuSsia, berbicara melalui telepon pada hari Rabu dengan Trump, seperti halnya para pemimpin Eropa yang menyuarakan keyakinannya setelahnya bahwa pemimpin AS akan mengupayakan gencatan senjata daripada konsesi oleh Kyiv.

Trump telah mengirim pesan yang membingungkan, dengan mengatakan bahwa ia dapat dengan cepat mengatur pertemuan puncak tiga arah setelahnya dengan Zelensky dan Putin tetapi juga memperingatkan tentang ketidaksabarannya terhadap Putin.

"Mungkin tidak akan ada pertemuan kedua karena, jika saya merasa tidak pantas untuk mengadakannya karena saya tidak mendapatkan jawaban yang kita butuhkan, maka kita tidak akan mengadakan pertemuan kedua," kata Trump kepada wartawan pada hari Rabu.

Namun Trump menambahkan: "Jika yang pertama berjalan lancar, kita akan segera melakukan yang kedua," yang melibatkan Putin dan Zelensky.

Zelensky, setelah dimarahi Trump pada pertemuan bulan Februari di Gedung Putih, secara terbuka mendukung diplomasi AS tetapi memperjelas skeptisismenya.

"Saya telah memberi tahu rekan-rekan saya -- presiden AS dan teman-teman Eropa kami -- bahwa Putin jelas tidak menginginkan perdamaian," kata Zelensky.

Saat perang berkecamuk di Ukraina timur, Zelensky berada di Berlin pada hari Rabu bergabung dengan Kanselir Friedrich Merz dalam panggilan daring dengan para pemimpin Eropa lainnya, serta para pemimpin NATO dan Uni Eropa, untuk menunjukkan sikap bersatu melawan RusSia.

Starmer pada hari Rabu mengatakan pendukung militer Ukraina, yang disebut Koalisi yang Bersedia, telah menyusun rencana militer yang dapat dilaksanakan jika terjadi gencatan senjata tetapi juga siap untuk menambah tekanan pada RusSia melalui sanksi.

"Selama tiga setengah tahun konflik ini berlangsung, kita belum menemukan cara yang tepat untuk mengakhirinya," ujar Starmer dalam pertemuan para pemimpin Eropa pada hari Rabu.

"Sekarang kita memiliki kesempatan itu, berkat kerja keras yang telah dilakukan oleh Presiden (AS)," ujarnya.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan: "Bola sekarang ada di tangan Putin."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.