Mabes TNI Pastikan Pam Swakarsa Tidak Bersifat Politis

Kamis, 04 Sep 2025, 03:03 WIB

Mabes TNI memastikan Pam Swakarsa saat ini bukan bersifat politis karena diaktivasi ormas dan lebih pada semangat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing sehingga lebih humanis.

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen (Mar)TNI Freddy Ardianzah menegaskan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pam Swakarsa) yang digelar saat ini tidak sama dengan Pam Swakarsa masa lalu yang bersifat politis.

Ket. Foto: TNI-Polri bersama Satpol Pamong Praja melakukan patroli bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud. — Sumber: Antara

“Dulu, Pam Swakarsa dikaitkan dengan politis. Sedangkan sekarang, Istilah Pam Swakarsa yang diaktivasi organisasi masyarakat seperti GM FKPPI lebih pada semangat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan,” kata Freddy saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/9).

Freddy menjelaskan, Pam Swakarsa yang diterapkan TNI saat ini bertujuan untuk melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah. Masyarakat yang dilibatkan pun dalam bentuk organisasi masyarakat (ormas) atau warga secara individu.

Dengan pelibatan masyarakat, Freddy berharap upaya pengamanan situasi dapat dilakukan secara humanis dan tepat sasaran. “Kami memandang keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungannya masing-masing sebagai hal positif, selama dilakukan secara tertib, terkoordinasi, dan tidak keluar dari ketentuan hukum,” jelas dia.

Meski demikian, Freddy menegaskan masyarakat yang dilibatkan dalam Pam Swakarsa harus berada dalam koordinasi TNI dan Polri. “TNI mendorong agar setiap kegiatan pengamanan, tetap berkoordinasi dengan aparat, agar berjalan tertib, tidak melanggar hukum, dan tujuannya pun harus jelas yaitu untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di lingkungannya masing-masing,” tutup Freddy.

Tercipta Sinergitas

Diketahui, TNI mengimbau masyarakat untuk terlibat Pam Swakarsa. Kegiatan ini dilakukan agar tercipta sinergitas antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan situasi aman dan kondusif pasca terjadinya rentetan aksi demonstrasi yang berujung tindakan anarkistis.

“Bukan perintah ya, sifatnya imbauan atau ajakan, karena terbukti efektif di beberapa daerah,” kata Freddy.

Dalam kegiatan ini, pihak TNI mengajak beragam elemen masyarakat yang tergabung dalam organisasi masyarakat (Ormas) ataupun masyarakat secara individu. Walau banyak melibatkan masyarakat, Freddy memastikan keterlibatan sipil bukan serta merta mengganti peran aparat dalam menjaga keamanan wilayah.

Dengan adanya kegiatan ini, Freddy berharap masyarakat dan aparat keamanan mampu menciptakan situasi aman serta nyaman di seluruh wilayah Indonesia. “TNI mendorong partisipasi aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan untuk turut serta menjaga kondusifitas lingkungan masing-masing melalui kegiatan positif seperti memberikan imbauan, mendukung ketertiban, melaksanakan patroli/ronda serta memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat,” tegas Freddy.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan rencana pembentukan Pam Swakarsa yang diberlakukan TNI.

Hal tersebut karena Pam Swakarsa saat ini tidak akan sama dengan Pam Swakarsa era 1998 yang sarat muatan politik dan merugikan masyarakat. “Bedalah, beda suasananya. Sekarang situasi politiknya juga sudah beda, terus juga keterbukaan informasi juga sudah sangat luas. Jadi, kekhawatiran hal yang dahulu itu tidak mungkin bisa terjadi lagi hari ini,” kata Dave. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.