Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP Lewat Gerai Keliling di Daerah Tanpa Mitra

📅 Kamis, 14 Agu 2025, 12:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bulog Percepat Penyaluran Beras SPHP Lewat Gerai Keliling di Daerah Tanpa Mitra Doc: Antara Foto
Ket. Masyarakat Kecamatan Bunguran Timur Laut saat membeli beras SPHP di outlet keliling Perum Bulog Natuna pada Selasa (12/8/2025) di Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Perum Bulog mempercepat penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan membuka gerai keliling di wilayah yang belum memiliki mitra resmi, guna memudahkan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Pemimpin Perum Bulog Cabang Natuna Delly Bayu Putra di Natuna, Kamis, mengatakan gerai keliling mulai beroperasi sejak Selasa (12/8) di Kecamatan Bunguran Timur Laut dan akan berlanjut ke beberapa wilayah lainnya.

Menurut dia, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP di Natuna Rp65.500 per kemasan lima kilogram, tapi khusus di gerai keliling, dijual lebih murah, yaitu Rp58.000 per kemasan.

"Outlet keliling ini kami hadirkan karena saat ini belum semua wilayah memiliki mitra resmi Bulog," ucap dia.

Menurut Delly, sejak Juli 2025, kerja sama antara Bulog dan seluruh Rumah Pangan Kita (RPK) atau mitra resmi di Natuna dihentikan, menyusul kebijakan baru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait penyaluran beras SPHP.

"Saat ini, semua pedagang yang ingin menjadi mitra harus mendaftar ulang ke Bulog dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan terbaru," ujar dia.

Ia menjelaskan kebijakan baru Bapanas mengatur ulang mekanisme penyaluran beras SPHP. Setiap pembelian oleh mitra Bulog dipantau melalui aplikasi, dengan kuota yang dibatasi. Hal ini juga berlaku di tingkat konsumen.

Untuk mitra, pembelian dibatasi maksimal dua ton per transaksi. Jika stok mulai menipis boleh melakukan pengajuan ulang, kemudian kuota akan ditambah sesuai jumlah yang telah berkurang yang tercatat di aplikasi.

Sementara untuk konsumen, pembelian dibatasi dua kemasan per transaksi, masing-masing berisi lima kilogram. Semua transaksi dicatat oleh mitra dan dilaporkan melalui aplikasi.

Kebijakan ini bertujuan menjaga kestabilan harga beras, memastikan ketersediaan pasokan di tingkat konsumen, serta mengendalikan inflasi dan penggunaan cadangan beras pemerintah secara tepat sasaran.

"Hingga kini, Perum Bulog Natuna telah memiliki 35 mitra aktif, sebagian besar berada di Kecamatan Bunguran Timur," ucap Delly.

Ia menambahkan kegiatan gerai keliling akan dihentikan jika jumlah mitra Bulog sudah merata di seluruh kecamatan.

Menurut Delly, pada hari ini (Kamis), gerai keliling tidak beroperasi karena Bulog fokus mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Polres Natuna.

"Kami menggunakan kendaraan roda empat menyambangi masyarakat," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.