Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Capres Kolombia Miguel Uribe Meninggal Setelah Ditembak Pembunuh Bayaran Berusia 15 Tahun

📅 Selasa, 12 Agu 2025, 09:20 WIB | Oleh:
Capres Kolombia Miguel Uribe Meninggal Setelah Ditembak Pembunuh Bayaran Berusia 15 Tahun Doc: AFP
Ket. Istri mendiang Miguel Uribe memandang foto suaminya saat upacara pemakaman di Bogota, Kolombia.

BOGOTA - Calon presiden Kolombia Miguel Uribe (39) meninggal dunia dua bulan setelah ditembak dalam sebuah rapat umum kampanye pemilihan presiden, kata keluarganya, Senin (11/8).

Cucu mantan presiden Julio Cesar Turbay (1978-1982) yang juga senator konservatif ditembak di kepala dan kaki pada tanggal 7 Juni di sebuah rapat umum di ibu kota Bogota oleh seorang tersangka pembunuh bayaran berusia 15 tahun.

Meskipun ada tanda-tanda kemajuan dalam beberapa minggu terakhir, dokternya pada hari Sabtu mengumumkan bahwa ia menderita pendarahan otak baru.

"Beristirahatlah dalam damai, cinta dalam hidupku," tulis istrinya Maria Claudia Tarazona Senin pagi dalam sebuah unggahan di Instagram.

"Terima kasih untuk hidup yang penuh cinta."

Ia menghadiri upacara kenegaraan di Kongres di Bogota, di mana jenazah Uribe akan tetap disemayamkan oleh publik hingga hari Rabu.

Pihak berwenang telah menangkap enam tersangka yang terkait dengan serangan itu, termasuk tersangka penembak, yang ditangkap di tempat kejadian oleh pengawal Uribe.

Setelah perburuan nasional, polisi mengumumkan penangkapan seorang yang diduga dalang di balik serangan itu, Elder Jose Arteaga Hernandez, alias "El Costeno."

Polisi juga telah menunjuk sayap pembangkang dari kelompok gerilya FARC yang sudah bubar sebagai dalang pembunuhan tersebut.

Serangan terhadap Uribe, seorang kandidat terdepan menjelang pemilihan presiden 2026, telah membuka kembali luka lama di negara yang dilanda kekerasan.

Ibunya, jurnalis Diana Turbay, terbunuh dalam operasi polisi yang gagal pada tahun 1991 untuk membebaskannya dari kartel Medellin milik gembong kokain Pablo Escobar.

Empat kandidat presiden dibunuh selama fase kekerasan terburuk pada tahun 1980-an dan 1990-an di bawah Escobar, yang meneror warga Bogota, Medellin, dan tempat lainnya dengan kampanye pengeboman.

Menulis di X, Presiden sayap kiri Gustavo Petro, yang dikritik keras oleh Uribe, mengatakan peran pemerintah adalah "menolak kejahatan... terlepas dari ideologinya" dan memastikan keselamatan rakyat Kolombia adalah prioritas utamanya.

"Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi negara ini," kata Wakil Presiden Francia Marquez di media sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Mau Suvenir dari Istana? In...
Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.