Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bandung Atur Jam Masuk Sekolah untuk Kurangi Kemacetan

📅 Senin, 11 Agu 2025, 16:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Bandung Atur Jam Masuk Sekolah untuk Kurangi Kemacetan Doc: ANTARA
Ket. Wakil Wali Kota Bandung Erwin memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (11/8/2025).

KOTA BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat mengatur jam masuk sekolah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas saat pagi hari sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor 103.

Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan kebijakan itu menetapkan jam masuk SD/MI pukul 07.30 WIB dengan durasi satu jam pelajaran selama 30 menit, sedangkan SMP/MTs mulai pukul 07.00 WIB dengan durasi 40 menit per jam pelajaran.

“Perbedaan ini untuk mengurangi kemacetan di pagi hari, menghindari benturan waktu berangkat sekolah dengan jam kerja,“ kata dia di Bandung, Senin (11/8).

Ia menjelaskan pelaksanaan aturan tersebut tetap bisa disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Guru dan kepala sekolah adalah yang paling tahu kondisi siswa. Penyesuaian demi efektivitas tetap diperbolehkan, dan kita akan terus evaluasi dampaknya,” ujarnya.

Dirinya juga mengingatkan tentang larangan siswa membawa kendaraan sendiri, khususnya bagi siswa SMP, demi keselamatan.

Selain itu, penggunaan telepon genggam dilarang selama jam pelajaran kecuali untuk kebutuhan belajar, serta siswa didorong melakukan aktivitas fisik di luar kelas untuk mengurangi ketergantungan pada layar.

“Anak-anak kita harus tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat mental, tangguh secara sosial, adaptif, dan siap menjadi pemimpin di masa depan,” kata dia.

Sebaiknya Anda baca juga:

Pihaknya mengizinkan kegiatan studi tur yang diselenggarakan sekolah, termasuk perjalanan ke luar provinsi selama kegiatan tersebut tidak memengaruhi dengan penilaian akademik siswa.

Erwin mengungkapkan selama kegiatan tersebut tidak dikaitkan dengan penilaian akademik siswa, maka tidak ada alasan untuk melarang.

“Kami tidak melarang selama tidak dikaitkan dengan penilaian akademik, serta mengedepankan prinsip saling membantu antarwarga sekolah,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

51 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.