Festival Sapi: Perayaan Tradisional Nepal yang Menyentuh Hati
📅 Senin, 11 Agu 2025, 18:50 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: Istimewa
KATHMANDU - Gai Jatra, atau "Festival Sapi," adalah salah satu festival paling unik dan menarik di Nepal. Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah tradisi kuno yang penuh makna dan ritual, yang menyentuh hati masyarakat Nepal dengan cara yang tak terlupakan. Festival ini berlangsung selama beberapa hari dan merupakan cerminan dari kepercayaan dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Nepal.
Seorang anak laki-laki mengenakan kostum pesta berpartisipasi dalam prosesi Gai Jatra di Kathmandu, Nepal. (Xinhua/Sulav Shrestha)
Gai Jatra memiliki akar sejarah yang dalam, berasal dari zaman kuno. Konon, festival ini muncul sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat percaya bahwa roh-roh orang yang telah meninggal dunia akan kembali ke dunia ini untuk berinteraksi dengan keluarga mereka. Gai Jatra kemudian menjadi wadah untuk mengenang dan menghormati mereka, sekaligus melestarikan tradisi dan budaya Nepal.
Secara tradisional, Gai Jatra melibatkan persembahan kepada roh-roh orang yang meninggal dunia. Para keluarga yang kehilangan orang yang dicintai akan membuat boneka-boneka (shauka) dari kain.
Boneka-boneka ini kemudian dibawa ke festival, di mana mereka akan ditampilkan dalam prosesi yang penuh dengan drama dan humor.
Sebaiknya Anda baca juga:

Para warga berpartisipasi dalam prosesi Gai Jatra di Kathmandu, Nepal. (Xinhua/Hari Maharjan)
Prosesi Gai Jatra adalah jantung dari festival ini. Prosesi ini melibatkan berbagai elemen yang menarik:
* Shauka (Boneka): Boneka-boneka yang dibuat oleh keluarga yang berduka adalah bagian paling ikonik dari Gai Jatra. Boneka-boneka ini menggambarkan kehidupan dan cerita orang yang telah meninggal dunia. Ini adalah cara untuk mengenang dan menghormati mereka dengan cara yang kreatif dan menghibur.
* Pria yang Membawa Shauka: Setiap keluarga yang berduka akan memiliki seorang pria yang membawa boneka mereka. Pria ini akan berjalan di depan kelompok, sambil memiliki sebuah "gai" (sapi) yang dipikul di punggungnya. Gai ini sering kali merupakan simbol dari keberuntungan dan perlindungan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!