Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perayaan Rasa Syukur dan Refleksi Makna Bahagia Melalui Seni Rupa

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 17:47 WIB | Oleh:
Perayaan Rasa Syukur dan Refleksi Makna Bahagia Melalui Seni Rupa Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Annisa Rakhma menjelaskan kepada Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Untung Iswahyudi terkait dengan lukisan berjudul "Bahagia yang Ditumbuhkan" yang dia ikut sertakan dalam pameran bertema "The World of Happiness".

PURBALINGGA - Cahaya pagi menembus kaca lobi hotel, memantul di permukaan kanvas-kanvas yang berjajar rapi. Di ruang yang biasanya menjadi tempat tamu hotel menunggu, hari itu tercipta dunia baru: dunia yang dipenuhi warna, cerita, dan pesan tentang kebahagiaan.

Puluhan lukisan dari sembilan seniman lokal dan satu mahasiswi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta hadir dalam pameran The World of Happiness yang digelar Kie Art Project bekerja sama dengan Braling Grand Hotel, Purbalingga, Jawa Tengah, selama sepekan mulai Minggu (10/8).

Bukan sekadar pameran, ini adalah perayaan rasa syukur dan refleksi makna bahagia melalui seni rupa.

Di sudut ruang pameran, karya Annisa Rakhma "Bahagia yang Ditumbuhkan" memikat mata. Lukisan ini menampilkan sosok perempuan dengan rambut menyerupai ladang bunga keemasan, memegang cengkih yang menjadi simbol tanah, sejarah, dan ketekunan.

"Kebahagiaan sejati tidak datang tiba-tiba, ia seperti rempah yang ditanam, disiram, dipelihara, dan dipetik pada waktunya," demikian pesan yang tersirat dalam goresan Annisa. Dalam setiap aroma cengkih, ia mengajak penikmat seni mengingat perjuangan dan cinta yang menyuburkan kehidupan.

Karya Aprianto menampilkan seekor jerapah yang berdiri anggun. Dengan leher menjulang tinggi, hewan ini menjadi metafora tentang pandangan jauh ke depan, kesabaran, dan kewaspadaan. "Keseimbangan yang Membumi" mengajarkan bahwa visi luas harus dibarengi pijakan yang kuat di tanah tempat kita berdiri.

Khadno Aprianto menghadirkan keceriaan dalam "Rusa-Rusa yang Riang di Alam yang Rindang". Rusa-rusa itu hidup selaras dengan lingkungannya, mengajarkan bahwa kebahagiaan dapat ditemukan dalam kesederhanaan: menjaga harmoni, menikmati yang ada, dan berbagi ruang di bumi.

Tria Novanda menghidupkan kembali sejarah dalam "Wacinwa", terinspirasi dari wayang Cina-Jawa yang lahir dari akulturasi budaya pada 1920-an. Tokoh kaisar China Hong Gie yang menjadi bagian cerita pernikahan Putri Ong Tien dengan Sunan Gunung Jati dihadirkan kembali di atas kanvas. Sebuah pengingat bahwa kebahagiaan juga dapat lahir dari perjumpaan dan persenyawaan budaya.

Komandan Komando Distrik Militer 0702/Purbalingga Letnan Kolonel Infanteri Untung Iswahyudi yang membuka pameran ini mengajak masyarakat untuk hidup bahagia sekaligus menjaga kelestarian budaya.

"Dengan bahagia, kita bisa mencapai apa yang kita inginkan. Kebahagiaan membuat kita mampu memenuhi kebutuhan lahir batin dan menemukan arti hidup yang sesungguhnya," katanya.

Menurut dia, lukisan-lukisan tersebut sangat luar biasa karena menggambarkan kehidupan itu sangat kompleks namun harus dijalani dengan bahagia.

20250810174529_lukisan-wacinwa.jpg

Tria Novanda menjelaskan kepada Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Untung Iswahyudi terkait dengan lukisan berjudul "Wacinwa" yang dia ikut sertakan dalam pameran bertema "The World of Happiness" yang diselenggarakan oleh Kie Art Project di Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (10/8). Antara/Sumarwoto

Ia juga mengapresiasi kehadiran sejumlah pelukis yang masih berusia muda karena tidak semua anak memiliki kemauan untuk terjun ke seni terutama pada era digital seperti sekarang. Akan tetapi dengan kemauan mereka untuk turun sebagai pelaku seni dan menyalurkan keinginannya melalui seni, bisa memberikan suatu motivasi kepada anak-anak yang lain dengan harapan mereka juga bisa mencontoh dan tertarik dengan terhadap seni.

"Jangan sampai kita membatasi potensi kita hanya untuk satu bidang saja, tapi apabila kita memang memiliki suatu bakat di seni dan kita lagi sedang cenderung di situ, kita harus tetap bisa untuk menelateni, sehingga dengan adanya seni kita bisa berekspresi tanpa batas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

46 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.