Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Euforia Peluncuran Meredup, Pemkab Bantul Telisik Masalah Kopdes Merah Putih

📅 Minggu, 10 Agu 2025, 23:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Euforia Peluncuran Meredup, Pemkab Bantul Telisik Masalah Kopdes Merah Putih Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Gerai gerai di Koperasi Desa Merah Putih Bangunharjo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta sering tutup setelah diluncurkan pada 21 Juli 2025.

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana mengevaluasi kinerja Koperasi Desa Merah Putih menyusul seringnya gerai unit usaha koperasi tersebut tutup. 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan atas efektivitas pengelolaan pasca-peluncuran kelembagaan ekonomi desa itu secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025. 

Evaluasi difokuskan pada keberlanjutan operasional, strategi pemasaran, serta peran koperasi dalam mendorong ekonomi desa sesuai target awal program.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja di Bantul, Minggu (10/8), mengatakan Kopdes merah putih sudah diluncurkan secara nasional, namun yang diluncurkan adalah kelembagaan, sehingga sejumlah kopdes percontohan sudah mulai operasi dan karena masih percontohan diakui masih belum sempurna.

"Sehingga kalau tadi ada informasi kemudian seperti belum buka nonstop dan sebagainya di gerai koperasi, mungkin tentu kita akan koordinasikan dengan instansi terkait, dan ini bagian dari perbaikan dan evaluasi kita," kata dia.

Menurut dia, mock up atau percontohan kopdes tersebut menjadi bahan belajar pemerintah daerah tentang bagaimana mengelola koperasi merah putih sebelum nanti semua desa atau kelurahan bisa ikut menerapkan secara keseluruhan.

"Seperti kopdes merah putih percontohan di Bangunharjo kan salah satunya adalah penyaluran elpiji, kemudian bahan makanan pokok ada beras, ada gerai pupuk, tentu kita koordinasi apakah kemudian setelah peluncuran pasokan dari agen sudah lancar atau belum," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, karena kopdes masih tahap ujicoba, pemerintah daerah akan melihat dulu dan melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, dan pihak yang mendukung tentang kegiatan usaha kopdes tersebut.

"Jadi, tidak usah pesimistis dulu, tetapi ini bentuk dari upaya kita memulai, memulai pasti ada yang kurang-kurang lancar, tetapi inilah pentingnya uji coba yang kemudian kita harus melihat kekurangan-kekurangan, kemudian potensi-potensi lain yang bisa kita dongkrak untuk memperbaiki, memperlancar dan lain-lain," katanya.

Dengan demikian, kata dia, semua pihak masih membutuhkan sinergi dan koordinasi termasuk komitmen untuk kemudian mencari dan melakukan identifikasi hal-hal yang menjadi hambatan dan potensi potensi lain yang perlu didorong bersama.

"Jadi apakah kemudian ada informasi harian atau informasi bukanya setiap hari apa saja sesuai dengan distribusi, itu yang perlu kita evaluasi. Tetapi saya tidak paham, kalau misalnya elpiji semua disentralkan di situ bagaimana, sementara kan kebutuhan masyarakat banyak," katanya.

Sementara itu, Ketua Kopdes Merah Putih Bangunharjo Yeri Widarnanto mengatakan, sering tutupnya gerai di koperasinya karena berkaitan dengan modal pinjaman yang belum cair. Sementara di gerai sembako baru ada produk dari satu agen distributor, sedangkan produk dari Bulog sempat ditarik.

"Untuk gerai sembako, memang belum buka karena masih banyak barang yang belum 'ready'. Barang dari Bulog ditarik kembali, karena saat itu ada perhitungan seperti stock opname. Jadi, barang yang di gerai sembako hanya berupa beras, minyak, dan gula," katanya.

Kemudian, kata dia, untuk gerai elpiji bersubsidi tiga kilogram masih buka karena pasokan datang setiap seminggu sekali, kemudian gerai pupuk bersubsidi masih tetap buka dengan modal sementara dari para pengurus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

1 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

1 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

1 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Luar Negeri
Jepang akan Ganti 5 Reaktor...
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...

Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Aksi Kamisan ke-908 di Jakarta
Nasional
Sidang vonis Mantan Wamenna...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.