Tiongkok Tuding Filipina 'Bermain Api' di Taiwan
📅 Jumat, 08 Agu 2025, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: abs-cbn
BEIJING - Tiongkok menuduh Filipina "bermain api" setelah Presiden Ferdinand Marcos Jr mengatakan negaranya akan terseret dalam konflik apa pun antara Tiongkok dan Amerika Serikat mengenai Taiwan.
Hal ini menanggapi pernyataan Marcos saat kunjungan kenegaraan ke India bahwa kedekatan Filipina dengan Taiwan dan besarnya komunitas Filipina di sana akan membuat keterlibatan diperlukan dalam konflik semacam itu.
"'Kedekatan geografis' dan 'populasi besar di luar negeri' bukanlah alasan bagi suatu negara untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (8/8).
"Kami mendesak Filipina untuk sungguh-sungguh mematuhi prinsip satu Tiongkok ... dan menahan diri dari bermain api dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti Tiongkok."
Top of Form
Sebaiknya Anda baca juga:
Bottom of Form
Pernyataan Marcos muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Beijing dan Manila terkait sengketa wilayah di perairan Laut Tiongkok Selatan.
Kedua negara saling tuding melakukan manuver agresif dan pelanggaran kedaulatan di sana, yang mendorong AS menegaskan kembali komitmennya membela Filipina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beijing memandang Taiwan sebagai wilayahnya, sebuah klaim yang ditolak Taipei.
Kedutaan Besar Filipina di Beijing tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pada hari Rabu, Marcos mengatakan kepada media India Firstpost, "Jika terjadi perang habis-habisan, maka kami akan terseret ke dalamnya".
"Ada banyak sekali warga negara Filipina di Taiwan dan itu akan langsung menjadi masalah kemanusiaan".
"Kita harus masuk ke sana, menemukan cara untuk masuk ke sana, dan menemukan cara untuk membawa pulang orang-orang kita," kata Marcos.
Tiongkok mengatakan argumen semacam itu "tidak hanya melanggar hukum internasional dan piagam ASEAN, tetapi juga merusak perdamaian dan stabilitas regional serta kepentingan mendasar rakyat (Filipina) sendiri".
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!